Indonesia Trade Expo Ditargetkan Raup Omzet Rp14,5 T

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 11:50 WIB
Indonesia Trade Expo Ditargetkan Raup Omzet Rp14,5 T Perhelatan Indonesia Trade Expo (ITE) 2017 diselenggarakan pada 11-15 Oktober 2017 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perhelatan Indonesia Trade Expo (ITE) 2017 ditargetkan bisa menghasilkan transaksi perdagangan internasional mencapai US$1,1 miliar atau sekitar Rp14,5 triliun (berdasarkan kurs rupiah Rp13.500 per dolar Amerika Serikat).

Target tersebut meningkat sekitar 7,84 persen dari capaian ITE tahun lalu sebesar US$1,02 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun. Adapun acara itu digelar pada 11-15 Oktober 2017 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku optimis dengan target tersebut. Sebab, sebelum ITE berlangsung saja, sudah ada penandatangan kesepakatan (MoU) perdagangan dengan nilai mencapai Rp2,96 triliun.


“Sebelum pameran sudah ada sekitar Rp2,96 triliun. Itu melampaui (kesepakatan sebelum acara) tahun lalu sekitar Rp2,7 triliun,” ujar Enggar membuka ITE 2017, Rabu (11/10).


Target transaksi tersebut, sambung Enggar, bisa didapat dari 4.500 pembeli (buyer) yang hadir dari 79 negara. Sayangnya, target pembeli itu rupanya lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yang sekitar 15 ribu buyer dari 120 negara. “Tapi jumlah itu masih bisa bertambah kok,” kata Enggar.

Sementara itu, jumlah peserta pameran lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yakni dari 1.066 peserta menjadi 1.100 peserta.

Khusus untuk tahun ini, Enggar bilang, pemerintah sangat mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kuliner Nusantara untuk dipamerkan dalam ITE 2017.

“Kami ingin sinergikan pasar internasional dengan kuliner nasional,” imbuhnya.

Dia meyakini UMKM dan kuliner Nusantara bisa bersaing di pasar internasional setelah dibekali oleh pengenalan kemasan (packaging) yang menarik dan telah dibina oleh kementerian.


Selain transaksi langsung, Enggar berharap, ITE 2017 bisa menghasilkan hubungan kerja sama perdagangan jangka panjang, berupa komitmen bilateral antara Indonesia dan negara-negara peserta.

Enggar juga berharap, perhelatan ITE 2017 dapat mengefisienkan anggaran promosi yang dialokasikan kementerian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nantinya dana APBN bisa digunakan untuk program yang lain,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung mengapresiasi perhelatan ITE tahun ini karena persiapan acara dinilai lebih baik dan menarik dibandingkan tahun lalu.

“Saya bangga, setelah 32 tahun, ITE sekarang digeser ke Banten, ke ICE, karena sekarang kualitasnya berkelas dunia. Expo ini memang tidak boleh lagi kecil-kecilan dan fasilitas ala kadarnya,” kata Jokowi sembari membuka ITE 2017.