Ekspektasi Pertemuan BI Diprediksi Warnai IHSG

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Senin, 16/10/2017 08:07 WIB
Ekspektasi Pertemuan BI Diprediksi Warnai IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini bakal dipengaruhi oleh ekspektasi pelaku pasar atas Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (16/10), bakal dipengaruhi oleh penantian pelaku pasar atas hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Kepala Riset Reliance Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, hasil itu akan diumumkan pada Kamis 19 Oktober 2017. Hasil RDG sendiri berkaitan dengan penetapan suku bunga acuan BI.

Selain itu, pola gerak IHSG juga masih diwarnai sikap pelaku yang menunggu (wait and see) terhadap laporan keuangan emiten kuartal III 2017. Pasalnya, hanya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang baru merilis laporan keuangan sembilan bulan pertama tahun 2017.



"Sampai minggu kedua Oktober 2017 masih belum banyak (emiten) yang melaporkan," ucap Robertus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/10).

Dengan demikian, Robertus memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.860 dan resistance 5.980. Kemudian, untuk sepanjang pekan IHSG akan berada dalam rentang support 5.805 dan resistance 6.040.

Sementara itu, analis Royal Investium Sekuritas, Wijen Ponthus memprediksi, IHSG dapat melanjutkan penguatannya dan mencapai level 6.000 dalam pekan ini.

"IHSG dipengaruhi laporan keuangan, itu yang signifikan," ucap dia.

Menurutnya, beberapa emiten yang diprediksi memiliki kinerja lebih baik dari periode sebelumnya, yakni emiten berbasis konstruksi dan komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).

"Rata-rata harga CPO kan bagus, jadi seharusnya laporan keuangan positif. Kemudian juga laporan keuangan emiten batu bara serta minyak dan gas (migas)," papar Wijen.

Selain itu, sentimen positif lainnya berasal dari mulai kembalinya dana asing ke pasar modal (capital inflow). Pada perdagangan Kamis 12 Oktober 2017 lalu, asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp387,88 miliar.


"Jadi untuk sepekan, support IHSG sekitar 5.800 sampai 5.880 dan resistance-nya 5.967 sampai 6.000," pungkas Wijen.

Sepanjang pekan lalu, IHSG terpantau menguat tipis sebesar 0,32 persen ke level 5.924 dari pekan sebelumnya 5.905. Kemudian, nilai kapitalisasi pasar juga tumbuh 0,49 persen menjadi Rp6.510 triliun.