Menko Darmin Kaji Impor Gas Demi Harga Murah

Yuli Yanna Fauzie , CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 21:05 WIB
Menko Darmin Kaji Impor Gas Demi Harga Murah Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah tengah mengkaji upaya untuk membuka keran impor gas sebagai salah satu cara mencukupi kebutuhan gas dalam negeri, baik untuk industri maupun masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, langkah itu dikaju bukan karena pasokan gas menipis dan tak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi karena harga gas di sejumlah titik wilayah masih sangat tinggi.

Di sisi lain, jika pemerintah tetap memenuhi pasokan gas dari dalam negeri, biaya distribusi justru tinggi dan mendorong harga gas kian tak kompetitif.

"Memang ironis jika kita impor padahal pasokannya banyak, makanya kami mau lihat lagi, kalau memang tidak bisa, ya impor saja, kenapa tidak?" ujar Darmin di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (17/10).

Sementara itu, Darmin mengakui, keluhan soal harga gas yang tak kunjung turun, terus datang ke telinganya dari para pengusaha dan industri.

"Ada sejumlah industri yang terpengaruh tingginya harga gas, sehingga mereka merasa bahwa daya saingnya terganggu," kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu.

Dia menyontohkan, harga gas di kawasan Sei Mangke misalnya, pemerintah telah menurunkan harga gas dari kisaran US$13 per MMBTU menjadi US$10 per MMBTU. Namun, masih banyak yang pelaku industri berharap agar harga gas bisa mencapai US$9 per MMBTU.

Untuk itu, Darmin bilang, langkah impor gas menjadi salah satu fokus yang sedang dibahas bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto hingga SKK Migas.

"Mereka yang seharusnya perjelas untuk biayanya. Nanti saya tanyakan lagi," pungkasnya.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, rata-rata harga gas secara nasional per 2016 lalu sebesar US$5,62 per MMBTU. Sayang, angka itu masih belum merata di seluruh pelosok Indonesia.

Sebab, ada beberapa titik di Tanah Air yang masih harus menanggung harga gas hingga US$8,62 per MMBTU. Meski, titik lainnya bisa menikmati hanya dengan harga US$0,22 per MMBTU.