Resmi Beroperasi, KEK Mandalika Serap Investasi Rp13 Triliun

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 15:09 WIB
Resmi Beroperasi, KEK Mandalika Serap Investasi Rp13 Triliun Presiden Joko Widodo meresmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sekaligus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Mandalika di Nusa Tenggara Barat. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akhirnya meresmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sekaligus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dengan catatan komitmen investasi mencapai Rp13 triliun.

Nantinya, kawasan ini akan dikelola oleh perusahaan pelat merah sektor pariwisata, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Presiden Joko Widodo mengaku gembira atas terealisasinya proyek Mandalika yang telah direncanakan sejak 29 tahun terakhir, namun tak pernah dimulai.



Dengan beroperasinya KEK Mandalika, ia berharap komitmen investasi Mandalika bisa meningkat tiga kali lipat dari angka saat ini Rp13 triliun.

“Saya berharap kawasan ini akan berkembang dan masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya,” kata Jokowi.

Rencananya, komitmen investasi terdiri dari, pembangunan lima hotel dengan nilai investasi Rp4,2 triliun, kompleks Muslim sebesar Rp2 triliun, dan pengelolaan air bersih (water treatment) dengan nilai investasi Rp300 miliar. Namun, di antara semua komitmen investasi tersebut, rencana investasi yang paling besar yakni rencana pembangunan sirkuit balap yang akan dibangun Vinci Costruction sebesar Rp6,5 triliun. Adapun, sirkuit tersebut rencananya digunakan untuk mengakomodasi helatan Moto GP.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, sebanyak Rp4,1 triliun atau 31,54 persen dari komitmen investasi rencananya segera terealisasi.

“Nilai investasi tersebut mencakup rencana pembangunan lima hotel bintang lima, yakni Pullman, Club Med, Royal Tulip, X2 Hotel, dan Hotel Paramount. Selain itu, ada juga rencana pembangunan sea water osmosis berkapasitas 3 ribu meter kubik per hari,” papar Darmin di Mandalika, Lombok Tengah, NTB Jumat (20/10).


Ia melanjutkan, angka ini merupakan capaian yang menggembirakan. Sebab, komitmen investasi ini bisa disebut sebagai imbalan dari penyertaan modal negara (PMN) kepada ITDC sebesar Rp250 miliar demi memperbaiki infrastruktur dasar di KEK tersebut.

Untuk menambah beberapa infrastruktur dasar, rencananya pemerintah akan mencari tambahan dana sebesar Rp3 triliun. Dengan tambahan dana tersebut, ia berharap infrastruktur dasar bisa bertambah, sehingga ujungnya bisa menambah komitmen investasi.

“Mandalika ini didorong menyedikan infrastruktur dasar untuk menarik investasi,” paparnya.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, rencananya ITDC dan Vinci akan melakukan penandatanganan kontrak pada bulan November mendatang. Kontrak tersebut berisikan komitmen Vinci untuk menanamkan modal dan menyewa lahan ITDC dengan masa konsesi 80 tahun.

"Nanti setelah kontrak ini dilakukan, sirkuit ini sudah bisa memasuki tahap konstruksi. Diharapkan, sirkuit ini bisa rampung di tahun 2019," ujarnya.

KEK Mandalika sendiri merupakan satu dari 12 KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. KEK dengan luas 1.175 hektare ini ditetapkan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Hingga saat ini, lahan KEK Mandalika yang baru digarap sebesar 250 hektare.

(lav/lav)