Emir Qatar Ingin Garap Semua Investasi Mandalika

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 16:28 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya menyodorkan gambar keadaan alam Mandalika kepada Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad al-Tsani. Syekh Tamim bin Hamad al-Tsani. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika rupanya menjadi magnet bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Tak terkecuali bagi Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad al-Tsani yang mengaku bernafsu menggarap seluruh investasi di pulau yang menjadi bagian Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya menyodorkan gambar keadaan alam Mandalika kepada Emir Qatar yang baru-baru ini menyambangi Indonesia. Menurut Jokowi, Emir Qatar kala itu terkesima dengan keindahan alam Mandalika dan langsung bernafsu menanamkan modal di kawasan tersebut.

“Langsung beliau (Emir Qatar) menyampaikan, ‘Pak Jokowi, sudahlah saya ambil semuanya,’ Saya bilang nanti dulu, tahan harga dong. Kirim tim dulu, lihat, baru nanti kita bicara lagi,” jelas Jokowi di Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (20/10).



Berkaca dari hal tersebut, ia optimistis KEK Mandalika bisa menarik banyak investor. Maka dari itu, ia meminta pengelola KEK Mandalika, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) agar lebih tegas di dalam menyusun kontrak kerja sama dengan investor yang berminat menggarap kawasan ekonomi.

Dalam hal ini, ia meminta ITDC untuk mencabut kontrak jika investor tidak mengerjakan konstruksi fisik dalam enam bulan. Dengan langkah ini, ia ingin memberikan kesempatan kepada investor yang mengantre dan benar-benar mau menanamkan modalnya di Mandalika.

“Jangan sampai (investor) dapat lahan sekian hektare lalu didiamkan. Investor banyak mengantre di Mandalika. Ini perlu diperhatikan sehingga bisa jadi kawasan khusus yang bisa dibanggakan untuk pariwisata internasional,” lanjutnya.


Tak hanya perbaikan klausul kontrak kerja sama, Jokowi juga minta agar arsitektur seluruh bangunan di Mandalika menonjolkan karakteristik adat NTB. Dengan demikian, Mandalika memiliki ciri khas sebagai destinasi pariwisata yang berbeda dengan Bali.

“Di sini arsitekturnya juga baik, di sini ada adat suku Sasak Kekuatan karakter harus dimunculkan. Jangan sampai (properti) di sini terlihat seperti model Spanyol. Kita bukan orang Spanyol,” paparnya.

Sekadar informasi, komitmen investasi sebesar Rp13 triliun tersebut berasal dari rencana pembangunan enam hotel bintang lima dan vila senilai Rp4,2 triliun, sirkuit balap dengan nilai Rp6,5 triliun, pengolahan air dengan nilai Rp300 miliar, dan kompleks Muslim dengan nilai Rp2 triliun. Adapun di tahap awal, investasi yang akan terealisasi senilai Rp4,1 triliun.

KEK Mandalika merupakan satu dari 12 KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. KEK dengan luas 1.175 hektare ini ditetapkan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014.

(lav/lav)