Direktur Utama Baramulti Suksessarana Khoirudin mengatakan, laba bersih yang melesat tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 75 persen atau menjadi US$290 juta dari sebelumnya US$166,11 juta.
Menurut Khoirudin, perolehan ini tak lepas dari harga baru bara yang juga melambung dengan kisaran 116 persen sejak awal tahun ini. Dengan kata lain, perusahaan berbasis batu bara ini dapat menawarkan harga tinggi dalam setiap penjualan batu baranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain harga batu bara, kinerja positif ini juga ditopang oleh upaya efisiensi perusahaan sejak awal tahun. Dengan demikian, beban yang perlu ditanggung perusahaan bisa ditekan seiring dengan penambahan produksi batu bara
Melihat pencapaian laba bersih hingga akhir September ini, lanjut Khoirudin, perusahaan optimis laba bersih dapat mencapai target di angka US$75 juta pada akhir Desember 2017.
Sementara itu, jumlah produksi batu bara perusahaan juga diklaim tumbuh 120 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi tujuh juta ton. Adapun, volume penjualan batu bara berhasil meningkat 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Sampai kuartal III produksi 90 persen dari budget. Kami kan rencana 10 juta ton sekian," terang dia.
Lebih lanjut Khoirudin memaparkan, kontribusi penjualan di domestik tumbuh menjadi 28 persen dari sebelumnya yang hanya 25 persen. Sementara itu, untuk porsi penjualan luar negeri, khususnya ke Korea meningkat menjadi 16 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar enam persen hingga delapan persen.
"Kemudian untuk India 26 persen dan China 28 persen," imbuh Khoirudin. (agi)