Menteri Perindustrian Sebut Lotus 'Jarang Terdengar'

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Selasa, 24/10/2017 06:36 WIB
Menteri Perindustrian Sebut Lotus 'Jarang Terdengar' Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berpendapat, penutupan gerai ritel belakangan ini diakibatkan peralihan cara beli dari konvensional menjadi online. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berpendapat, banyaknya penutupan gerai ritel belakangan ini diakibatkan peralihan cara beli masyarakat dari konvensional menjadi online melalui berbagai e-commerce.

"Misalnya Matahari Department Store kan shifting. Yang lain juga shifting," ucap Airlangga, Senin (23/10).

Namun, menyikapi rencana penutupan kembali tiga gerai ritel Lotus Department Store pada akhir bulan ini, Airlangga menganggap gerai milik PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) memang tidak banyak diketahui masyarakat.



"Ya kalau Lotus jarang kedengeran," imbuh dia.

Director Corporate Communication MAP Fetty Kwartati mengakui, tiga gerai Lotus yang berada di Thamrin, Bekasi, dan Cibubur akan ditutup karena tidak memberikan kontribusi pendapatan yang positif kepada perusahaan secara konsolidasian.

"Seluruh gerai Lotus ada lima, sudah ditutup dua dan bulan ini tiga gerai lagi. Ini karena kinerja yang kurang cukup baik," terang Fetty.

Sebelumnya, gerai Matahari Department Store yang berada di kawasan Blok M dan Manggarai juga ditutup oleh perusahaan. Selain itu, pada pertengahan tahun ini seluruh gerai 7-Eleven juga ditutup karena terus mengalami kerugian.


"Yah kalau 7-Eleven itu kan tutup karena salah secara bisnis," lanjut Airlangga.

Dengan maraknya fenomena penutupan ritel yang terjadi dalam setahun terakhir, Airlangga berpendapat pentingnya bagi perusahaan untuk kembali mengkaji lokasi pendirian gerai. Pasalnya, tidak ada syarat lain selain lokasi untuk bisa mempertahankan bisnis ritel ditengah ramainya bisnis e-commerce.

"Kalau industri itu syarat pertama lokasi, kedua lokasi, ketiga lokasi," jelasnya.