Kisah Mereka yang Mencari Untung dari Tutupnya Lotus

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 24/10/2017 07:14 WIB
Kisah Mereka yang Mencari Untung dari Tutupnya Lotus Sejumlah orang membeli barang memanfaatkan potongan harga atau diskon yang diberikan gerai ritel, kemudian menjualnya kembali. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nuzul (27) rupanya cerdik dalam mencari pemasukan tambahan guna mengisi kantong. Ia punya jurus membeli barang memanfaatkan potongan harga atau diskon yang diberikan gerai ritel, kemudian menjualnya kembali.

Kemarin, ia mengaku sengaja menyempatkan waktu untuk mengunjungi gerai Lotus Department Store Thamrin yang memberi diskon hingga 70 persen lantaran akan gulung tikar pada akhir Oktober ini.

Padahal, Nuzul mengatakan biasanya ia tak berkunjung ke Lotus lantaran tak cukup terkenal di telinganya. Namun, kali ini ia datang untuk mencari sepatu diskon dan kemudian dijual kembali melalui akun media sosial Facebook yang dimilikinya.



"Iya sengaja ke sini karena dengar mau tutup, ada diskon. Jadi, saya cari sepatu yang diskon, kemudian saya jual lagi," ucap Nuzul kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/10).

Berdasarkan hitung-hitungannya, sepasang sepatu biasanya dihargai Rp800 ribu per pasang. Lalu, pihak ritel memberi diskon 50 persen. Maka, harga yang harus dibayarnya hanya sebesar Rp400 ribu.

"Nah, nanti saya jual lagi kira-kira Rp500 ribu atau bisa sampai Rp600 ribu per pasang. Kalau modelnya masih cukup baru, bisa itu sampai Rp600 ribu," baginya.

Selain faktor model, ia mengaku, turut mempertimbangkan soal ukuran. Sebab, kebanyakan pembelinya di Facebook merupakan laki-laki, sehingga butuh sepatu dengan ukuran besar, mulai dari 40 hingga 43.

Kisah Mereka yang Mencari Untung dari Tutupnya LotusPembeli menjajal baju di gerai Lotus, Thamrin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Kalau modelnya oke, lalu ukurannya ada, kadang saya beli langsung beberapa ukuran. Misal, untuk model A ini ada ukuran 41-43 maka saya beli semua," jelasnya.

Dalam sekali 'hunting', ia bisa membeli sekitar lima sampai enam pasang sepatu atau dengan anggaran sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta.

Namun, ia tak bisa merinci berapa total keuntungan yang telah didapatnya sejak menjajal bisnis ini selama setahun belakangan. Hanya saja, dengan minat masyarakat terhadap belanja online yang terus meningkat, ia mengaku bisnis ini sangat potensial.

Tak hanya Nuzul, Anggia (22) rupanya juga kerap memanfaatkan diskon dari gerai ritel untuk membeli pakaian dan kemudian dijual kembali. Bedanya, ia terlebih dahulu menggunakan pakaian itu, baru ketika bosan, ia jual dengan label barang bekas (preloved stuff).


Ia bilang, pakaian yang sudah tak digunakannya itu akan dijual melalui akun Instagram yang dimilikinya. Namun, berbeda dengan Nuzul, biasanya harga yang dijualnya memang lebih rendah dibandingkan harga beli.

"Lumayan ya untuk pakai beberapa kali, nanti kalau bosan, tinggal jual di akun preloved saya. Misal sekarang beli Rp50 ribu terus saya pakai, nanti dijual lagi hanya Rp30 ribu. Tapi bagi saya tetap untung sih," katanya.

Seperti diketahui, Lotus akan menutup tiga gerai yang tersisa, yaitu di Thamrin, Cibubur, dan Bekasi pada akhir bulan ini. Menurut PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), unit bisnis Lotus akan tutup lantaran sudah tak produktif lagi.