Investasi Sektor Industri Melesat 261,4 Persen dalam 3 Tahun

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 24/10/2017 09:39 WIB
Investasi Sektor Industri Melesat 261,4 Persen dalam 3 Tahun Ilustrasi. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai investasi sektor industri meningkat sepanjang tiga tahun pemerintahan Kabinet Kerja menjadi Rp706,9 triliun.

Dengan demikian, pencapaian tersebut meningkat signifikan 261,4 persen jika dibandingkan dengan nilai investasi sektor industri pada 2014 sebesar Rp195,6 triliun.

"Nilai investasi ini diprediksi terus meningkat hingga mencapai Rp1.759 triliun pada periode dua tahun ke depan," ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senin (23/10).



Airlangga merinci, hingga akhir sektor industri logam dasar tumbuh 7,5 persen, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional naik 7,38 persen, industri makanan dan minuman 7,19 persen, serta industri mesin dan perlengkapan meningkat 6,72 persen.

"Hingga akhir tahun industri makanan dan minuman masih akan tumbuh diatas tujuh persen," sambung Airlangga.

Sementara itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di pasar global juga berhasil meningkat dalam sepanjang tahun 2015 hingga 2017 ini.

Airlangga Hartarto memaparkan, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia pada 2014 masih sebesar 1,74 persen. Namun, sejak tahun 2015 hingga saat ini telah mencapai 1,83 persen.

"Kemenperin memacu pengembangan sektor padat karya berorientasi ekspor dengan memberikan insentif fiskal berupa pemotongan pajak penghasilan yang digunakan untuk reinvestasi," papar Airlangga.



Beberapa sektor yang dimaksud Airlangga, di antaranya sektor industri alas kaki, industri tekstil dan produk tekstil, industri makanan dan minuman, industri furniture kayu dan rotan, dan industri kreatif.

Kenaikan pangsa pasar industri manufaktur nasional ini berdampak pada peringkat daya saing industri yang meningkat ke posisi sembilan sepanjang tahun 2015-2017, dari sebelumnya di posisi 12 pada 2014.

Sementara itu, untuk kontribusi industri manufaktur nasional terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 22 persen. Sehingga, Indonesia menduduki peringkat keempat untuk kontribusi sektor manufaktur nasional terhadap PDB.

Dari sisi nilai tambah industri, pencapaian dalam tiga tahun terakhir juga stabil di angka US$225,67 miliar. Jumlah itu tumbuh dibandingkan dengan tahun 2014 lalu yang hanya sebesar US$202,82 miliar.

"Makanya dari Kemenperin terus memacu hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri," ucap Airlangga.

Selanjutnya, jumlah tenaga kerja yang terserap dalam tiga tahun belakangan tumbuh menjadi 16,57 juta orang per semester I 2017 dari posisi akhir tahun 2014 sebanyak 15,39 juta orang.

"Ini ditargetkan terus bertambag sampai akhir tahun 2019 hingga mencapai 17,1 juta orang tenaga kerja yang akan terserap oleh industri nasioanl," papar Airlangga.

Untuk mencapai tenaga kerja yang terampil, sambung Airlangga, pihaknya telah menggelar program pendidikan vokasi dengan konsep link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

"Sampai saat ini kami juga mampu menghasilkan 254.037 tenaga kerja yang berkompeten," pungkas Airlangga.