Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, marjin laba bersih ikut tercatat turun dari sebelumnya 6,5 persen menjadi 6,2 persen.
"Karena kami sudah tidak membukukan laba periode berjalan dari operasi yang dihentikan serta naiknya porsi kepentingan nonpengendali seiring dengan membaiknya kinerja grup agribisnis," papar Anthoni dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bogasari, Agribisnis dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi 22 persen, 20 persen, dan 8 persen terhadap total penjualan neto konsolidasi," sambung Anthoni.
"Pada kuartal ketiga tahun 2017, kondisi pasar secara umum belum mengalami banyak perubahan. Permintaan atas produk fast moving consumer goods masih lemah, sementara tingkat persaingan semakin ketat," jelasnya.
Sementara itu, laba bersih anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tercatat menanjak lebih tinggi, yakni 7,4 persen. Perusahaan berhasil meraup laba bersih sebesar 3,04 triliun dari sebelumnya Rp2,83 triliun.
"Marjin laba bersih naik menjadi 11,1 persen dari 10,7 persen, core profit meningkat 4 persen menjadi Rp3,04 triliun," ungkap Anthoni.
Kenaikan laba bersih ini tak lepas dari meningkatnya pendapatan perusahaan sebesar 3,6 persen dari Rp26,47 triliun menjadi Rp27,43 triliun. Lagi-lagi, penyumbang pendapatan terbesar masih dari divisi mi instan yakni 63 persen.
Adapun, untuk bisnis dairy memberikan kontribusi sebesar 20 persen, diikuti oleh makanan ringan tujuh persen, penyedap makanan tiga persen, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman masing-masing dua persen dan lima persen.
Anthoni menambahkan, laba usaha perusahaan yang terkenal dengan produk Indomie ini meningkat 4,8 persen dari Rp3,97 triliun menjadi Rp4,16 triliun. Sementara, marjin laba bersih tercatat tumbuh menjadi 15,2 persen dari 15 persen.