Kuartal III, Adira Finance Kucurkan Pembiayaan Rp23,8 Triliun

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 03/11/2017 01:16 WIB
Kuartal III, Adira Finance Kucurkan Pembiayaan Rp23,8 Triliun PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menyatakan, kontributor terbesar berasal dari pembiayaan kendaraan roda dua sebanyak 56 persen atau sebesar Rp13,4 triliun. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp23,8 triliun hingga kuartal III 2017 atau naik sekitar 7,7 persen dari periode yang sama di tahun lalu.

Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli mengungkapkan, peningkatan pembiayaan baru tersebut juga sejalan dengan peningkatan laba yang didapat oleh perusahaan tersebut.

"Peningkatan itu juga menyebabkan peningkatan profit kita yang sampai September 2017 itu menjadi Rp1,092 miliae atau naik 21 persen dari tahun lalu," ucap Hafid di Jakarta, Kamis(2/11).



Hafid mengungkapkan, hingga saat ini, kontributor terbesar berasal dari pembiayaan kendaraan roda dua sebanyak 56 persen atau sebesar Rp13,4 triliun. Lebih rinci, ia menjelaskan bahwa presentase pembiayaan motor baru sebesar 36 persen sedangkan motor bekas sebesar 20 persen.

Sementara, untuk portofolio pembiayaan mobil sendiri sebesar Rp9,8 miliar atau 41 persen dari total penyaluran yang dikeluarkan oleh Adira Finance.

Untuk mobil baru sendiri memberikan kontribusi sebesar 23 persen dan mobil bekas sebesar 18 persen. Sisanya merupakan barang tahan lama (durable goods) sebesar 3 persen atau sekitar Rp605 miliar.

Pada tahun depan, Hafid mengaku bahwa pertumbuhaan pembiayaan bisa tumbuh sebesar 5 persen hingga 10 persen. Menurutnya, selain pertumbuhan ekonomi yang juga diperkirakan membaik tahun depan, ia melihat penjualan motor bekas di Indonesia masih cukup menjanjikan.


"Harapan kami [pembiayaan] roda dua dan roda persen masing-masing tumbuh 5 persen," lanjutnya.

Sedangkan, hingga bulan ke sembilan tahun ini, emiten berkode ADMF tersebut mendapatkan pendanaan sebesar Rp20,5 triliun, dalam bentuk pinjaman dan juga surat utang (obligasi).

"Dari jumlah itu, Rp9,9 triliun atau hampir 50 persen adalah obligasi dan sukuk. Sisanya Rp10,7 triliun dibagi antara pinjaman bank dalam negeri sebesar Rp6,5 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp4,2 triliun," jelas Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila.