Polling: Mayoritas Pembaca Setuju Vape Kena Cukai 57 Persen

Agustiyanti, CNN Indonesia | Jumat, 03/11/2017 12:47 WIB
Polling: Mayoritas Pembaca Setuju Vape Kena Cukai 57 Persen Mayoritas pembaca CNNIndonesia.com setuju dengan keputusan pemerintah mengenakan cukai bagi cairan untuk rokok elektrik atau vape sebesar 57 persen mulai 2018. (Reuters/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mayoritas pembaca CNNIndonesia.com setuju terhadap keputusan pemerintah untuk mengenakan cukai bagi cairan atau 'liquid' untuk rokok elektrik (vape). Rencananya, produk tersebut akan dikenakan cukai sebesar 57 persen mulai Juli 2018.

Berdasarkan hasil polling yang digelar di akun media sosial CNNIndonesia.com, sebanyak 87 persen pembaca setuju dengan pengenaan cukai tersebut. Sementara, sisanya atau sekitar 13 persen menyatakan tidak setuju.




Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan, salah satu alasan pemerintah mengenakan cukai pada produk tersebut adalah karena banyaknya anak usia sekolah yang mengonsumsi vape, sebutan singkat vaporizer. Kendati demikian, Bea Cukai hingga kini belum memiliki data pasti terkait konsumsi vape oleh anak usia sekolah tersebut.

Sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, menurut dia, penggunaan vape perlu dibatasi. Maka itu, Bea Cukai mengenakan cukai tinggi kepada vape agar harganya tidak terjangkau bagi konsumen golongan usia sekolah.


Pengenaan cukai vape ini rencananya akan dimulai 1 Juli 2018 mendatang sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2017. Rencananya, cukai dikenakan terhadap cairan (essential oil) rokok elektrik.

Menurut Heru, vape berhak dikenakan cukai karena mengacu pada pasal 8 Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007, segala hasil pengolahan tembakau lainnya dikenakan objek cukai.


“Karena bahan dasar rokok tadi adalah cairan yang dari tembakau, sehingga ini tentunya sebagai objek UU Cukai yang konsumsinya ada pembatasan dengan cara menambah cukai,” paparnya. (agi/agi)