BP Batam Bakal Pangkas Izin Lalu Lintas Barang jadi Dua Hari

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 04/11/2017 04:33 WIB
Salah satu alasan lamanya lintas barang adalah persyaratan yang diminta berbagai instansi. Koordinasi dilakukan agar masa proses izin itu bulan depan. Badan Pengusahaan Pulau Batam (BP Batam) menargetkan bisa memangkas proses perizinan lalu lintas barang di Pulau Batam dari empat hari menjadi dua hari pada awal Desember 2017. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengusahaan Pulau Batam (BP Batam) menargetkan bisa memangkas proses perizinan lalu lintas barang di Pulau Batam dari empat hari menjadi dua hari pada awal Desember 2017. Hal ini dilakukan sebagai upaya mempercepat proses revitalisasi kawasan Batam.

"Sekarang empat hari untuk perizinan lalu lintas barang. Awal Desember kami ingin selesaikan (perizinan lalu lintas barang) dua hari," tutur Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/11).

Lukita mengungkapkan, proses perizinan lalu lintas barang yang lama salah satunya disebabkan prosedur perizinan yang masih banyak, misalnya terkait rekomendasi dari berbagai pihak. Atas dasar itu, BP Batam pun berkoordinasi dengan pemerintah kota Batam untuk melakukan penyederhanaan.



Setelah koordinasi itu Lukita berharap proses perizinan lalu lintas barang bisa ditekan menjadi kurang dari satu hari. Hal itu dimungkinkan andai implementasi sistem perizinan terintegrasi (single submission) dilakukan.

Dengan perizinan terintegrasi, persyaratan perizinan yang sebelumnya diminta berkali-kali oleh berbagai instansi bisa dipangkas menjadi satu kali melalui sistem dokumentasi digital. Rencananya, BP Batam berniat menjadi proyek percontohan untuk kawasan pada implementasi single submission awal tahun depan.

Lebih lanjut, percepatan revitalisasi kawasan Batam menjadi isu penting setelah pemerintah menyadari berkurangnya daya tarik Batam sebagai kawasan perdagangan bebas. Hal itu berimbas pada turunnya pertumbuhan ekonomi Batam pada paruh pertama tahun ini yang hanya berkisar 2 persen. Padahal, tahun lalu perekonomian Batam masih bisa tumbuh 5,45 persen.


Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian banyak perusahaan di Batam yang memilih untuk tutup. Sepanjang 2016 terdapat 62 perusahaan di Batam namun jumlah itu turun menjadi 53 perusahaan pada Juli 2017.

Lukita menilai berkurangnya jumlah perusahaan itu tak lepas dari masih belum pulihnya perekonomian dunia. Selain itu, investor juga mengalami berbagai kendala di lapangan seperti masalah lahan.

Melalui revitalisasi, Lukita ingin mengejar target pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7 persen dalam tempo dua tahun ke depan.

(lav/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK