Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, pertumbuhan ekonomi nasional kuartal ketiga sebesar 5,06 persen. Realisasi ini lebih rendah dari ekspektasi pemerintah yang sebesar 5,2 persen.
"Konsumsi domestik kan kontribusinya paling besar, 50 persen lebih dalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto," tutur Ketua Kadin Rosan Roeslani di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman melambat dari 5,23 persen pada kuartal III 2016 menjadi 5,04 persen. Sementara, restoran dan hotel tumbuh dari 5,01 persen menjadi 5,52 persen.
Ke depan, ia memperkirakan, laju perekonomian bakal terdorong oleh harga komoditas yang mungkin merangkak. Naiknya harga komoditas bakal berdampak positif pada sektor ekspor.
Sebelumnya, BPS menyebutkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama Juli-September 2017 sebesar 4,94 persen secara tahunan atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,01 persen.
“PPN enggak usah ada dulu lah buat orang belanja, terutama untuk konsumsi barang-barang sehari-hari. Itu kan bisa untuk menstimulus orang belanja,” imbuh dia. (bir)