Bappenas: Investasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 08/11/2017 14:37 WIB
Bappenas: Investasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, investasi tumbuh 7 persen atau tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang sebesar 5,06 persen ditopang oleh pertumbuhan investasi.

"Pertumbuhan 5,06 persen mungkin tidak sesuai harapan, tapi ada beberapa bagian dari data tersebut yang sangat menarik. Investasi tumbuh sampai 7 persen, tertinggi untuk beberapa tahun terakhir," ujarnya, mengutip ANTARA, Rabu (8/11).

Tak cuma itu, ia menyebut, sektor konstruksi yang juga tumbuh 7 persen dan sektor manufaktur tumbuh di atas 4 persen, telah menunjukkan hal positif. Meski, masih banyak hal yang perlu diperbaiki karena manufaktur merupakan sektor terbesar dan dibidik dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi domestik.


"Kalau investasi tumbuh 7 persen, di sektornya manufaktur tumbuh 4 persen dan konstruksi tumbuh 7 persen, artinya sudah mulai banyak investasi ke sektor konstruksi, baik properti maupun infrastruktur. Kita sudah mulai melihat denyut investasi infrastruktur tidak hanya dari pemerintah tapi juga dari swasta," imbuh Bambang.

Badan Pusat Statistik (BPS) membukukan ekonomi Indonesia mencapai 5,06 persen secara tahunan pada kuartal ketiga. Adapun, kenaikannya didorong oleh semua komponen.

Seluruh komponen Produk Domestik Bruto (PDB) pengeluaran tumbuh positif. Pertumbuhan tertinggi berasal dari ekspor sebesar 17,27 persen. Sedangkan, investasi yang tercermin dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,11 persen.

Sementara, konsumsi Rumah Tangga (RT) meningkat 4,93 persen, serta konsumsi pemerintah yang paling rendah pertumbuhannya, yaitu 3,46 persen.

Secara keseluruhan, struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran pada kuartal ketiga tahun ini masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencapai 55,68 persen dari PDB.

BPS mencatat perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp3.502,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.551,5 triliun. (bir)