Ada 10 Anak Usaha BUMN Bakal 'Go Public' Tahun Depan

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Kamis, 09/11/2017 13:19 WIB
Ada 10 Anak Usaha BUMN Bakal 'Go Public' Tahun Depan Lima anak usaha BUMN yang akan melantai merupakan rencana Initial Public Offering (IPO) yang urung terlaksana di tahun ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan, ada 10 anak usaha BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2018. Lima di antaranya merupakan rencana Initial Public Offering (IPO) yang urung terlaksana di tahun ini.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, artinya, ada tambahan lima anak usaha BUMN yang bakal melepas sahamnya ke publik.

"Ada tambahan, beberapa dari grupnya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)," ujarnya, Kamis (9/11).


Sejauh ini, beberapa perusahaan yang berencana untuk go public masih menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2018. Sehingga, Kementerian BUMN masih mengumpulkan data dari beberapa Deputi.


Sementara itu, dari sembilan anak usaha BUMN yang direncanakan IPO, Aloy menyebut hanya empat yang terealisasi tahun ini. Perusahaan itu, yaitu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Namun, baru GMFI yang telah tercatat di BEI.

"Sebentar lagi, tanggal 17 November PP Presisi IPO, setelah itu Wika Gedung. Kemudian, akhir tahun ditutup dengan Jasa Armada Indonesia," tutur Aloy.

Sebelumnya, Kementerian BUMN memperkirakan IPO sembilan anak usaha BUMN bisa meraup dana dengan total Rp21 triliun. Salah satu hal yang menjadi hambatan anak usaha BUMN untuk IPO, yakni persiapan yang memakan waktu cukup lama sehingga tak akan rampung hingga akhir tahun.

"Kemudian, kami ingin yang properti digabung dulu. Lalu, persiapan seperti kemarin, PT Tugu Pratama Indonesia manajemen baru lengkap," kata Aloy.

Dengan rencana IPO yang dibawa ke tahun depan (carry over), maka Aloy mengharapkan, IPO dapat dilakukan mulai kuartal I 2017. Namun, bukan berarti anak usaha BUMN yang termasuk carry over ini direalisasikan dalam satu kuartal.

"Jadi, misal sepanjang kuartal I itu ada, lalu kuartal II. Jadi disebar, terus kuartal III kuartal IV. Jangan kayak tahun ini yang empat perusahaan ini mepet jadi kan padet," pungkas Aloy. (bir)