Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, artinya, ada tambahan lima anak usaha BUMN yang bakal melepas sahamnya ke publik.
"Ada tambahan, beberapa dari grupnya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)," ujarnya, Kamis (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dari sembilan anak usaha BUMN yang direncanakan IPO, Aloy menyebut hanya empat yang terealisasi tahun ini. Perusahaan itu, yaitu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Namun, baru GMFI yang telah tercatat di BEI.
Sebelumnya, Kementerian BUMN memperkirakan IPO sembilan anak usaha BUMN bisa meraup dana dengan total Rp21 triliun. Salah satu hal yang menjadi hambatan anak usaha BUMN untuk IPO, yakni persiapan yang memakan waktu cukup lama sehingga tak akan rampung hingga akhir tahun.
Dengan rencana IPO yang dibawa ke tahun depan (carry over), maka Aloy mengharapkan, IPO dapat dilakukan mulai kuartal I 2017. Namun, bukan berarti anak usaha BUMN yang termasuk carry over ini direalisasikan dalam satu kuartal.
"Jadi, misal sepanjang kuartal I itu ada, lalu kuartal II. Jadi disebar, terus kuartal III kuartal IV. Jangan kayak tahun ini yang empat perusahaan ini mepet jadi kan padet," pungkas Aloy. (bir)