Direktur UMKM BRI, Priyastomo mengatakan, layanan digital sudah diberlakukan tetapi belum secara menyeluruh. Sejauh ini, baru kredit UMKM dan konsumer yang bisa dilakukan secara digital. Maka dari itu, perusahaan berharap mulai tahun depan, seluruh jenis penyaluran kredit bisa dioptimalkan melalui layanan digital.
"Dulu lima sampai tujuh hari (proses pencairan kredit). Sekarang kami harapkan satu hari atau kurang. Semua tahun depan diharapkan sudah berjalan di semua unit," ungkap Priyastomo, Jumat (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait karyawan untuk support ada 55 persen, marketing 45 persen. Pertumbuhan saat ini terkait proses digital perbankan akan kami kurangi dan alihkan untuk marketing," papar Priyastomo.
Berbeda dengan bagian support yang tak lagi membutuhkan tenaga banyak, pihaknya masih membutuhkan tenaga marketing yang cukup banyak. Mereka, menurut dia, dibutuhkan, terutama untuk memasarkan produk anak usahanya, seperti BRI Life dan BRI Finance.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, total belanja modal (capital expenditure/capex) BRI sepanjang tahun ini sebesar Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persennya digunakan untuk pengembangan teknologi informasi (TI).
"Tahun depan kami naikan lagi karena kebutuhan capex otomatisasi dan digitalisasi naik. Nanti kami naikan Rp7 triliun. Jadi 40 persen sampai 50 persen untuk IT," jelas Haru. (agi)