Gaikindo Revisi Turun Jumlah Penjualan Mobil Tahun Ini

Setyo Aji Harjanto, CNN Indonesia | Senin, 20/11/2017 14:36 WIB
Gaikindo Revisi Turun Jumlah Penjualan Mobil Tahun Ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil dalam negeri dari sebanyak 1,1 juta unit, menjadi 1,07 juta unit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil dalam negeri yang pada awal tahun dipatok sebanyak 1,1 juta unit, menjadi 1,07 juta unit.

Padahal, tahun lalu penjualan mobil di dalam negeri mampu mencapai 1,06 juta unit. Sepanjang 2016, penjualan mobil masih didominasi oleh Grup Astra sebesar 589.182 unit, sedangkan non-Astra menyumbang penjualan 472.677 unit.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, penyebabnya adalah karena komoditas tambang yang baru mulai membaik serta ekonomi baru mulai menggeliat.



"Karena tadi kami mematok target 1,1 juta, tapi kalau melihat kondisi begini saya rasa harus direvisi sedikit. Saya rasa kami optimistis di 1,06 juta sampai 1,07 juta," jelas Yohannes kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/11).

Yohannes optimistis, dapat memenuhi target penjualan kendaraan roda empat yang sebelumnya telah direvisi. Hal tersebut karena dalam empat bulan terakhir, rata-rata penjualan kendaraan roda empat mencapai 91.185 unit per bulan.

"Di atas kertas sih seharusnya masuk (target tercapai) karena penjualan kami sekitar 90 ribu unit , sekarang tinggal dua bulan dan saat ini sudah mencapai hampir 900 ribu. Jadi kalau 80 ribu sampai 90 ribu seharusnya masuk ya," ternag Yohannes.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis oleh Gaikindo, penjualan mobil sampai bulan Oktober mencapai angka 898.587. Jumlah itu meningkat sebesar 2,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.


Sampai bulan Oktober ini, Grup Astra masih memimpin penjualan mobil dengan jumlah 492.978 unit. Lebih banyak dari penjualan mobil non-Astra sebanyak 405.609.

Lebih lanjut, meski tahun ini target lebih rendah dari realisasi 2016, Yohannes optimistis, tahun depan penjualan mobil dapat menguat dengan membaiknya komoditas pertambangan.

"Target tahun depan sekitar 1,1 juta," kata Yohannes. (gir/gir)