Aksi Beli Diramalkan Terjadi untuk Kerek IHSG

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 08:20 WIB
Aksi Beli Diramalkan Terjadi untuk Kerek IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada hari ini, ditopang oleh mulai kembalinya aksi beli pelaku pasar sejak akhir perdagangan kemarin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada hari ini, Kamis (30/11). Perdagangan ditopang oleh mulai kembalinya aksi beli pelaku pasar sejak akhir perdagangan kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan, sikap optimisme Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sektor pariwisata dan digital di Indonesia menjadi salah satu pendorong aksi beli tersebut.

"Masih ada sejumlah sentimen positif yang diharapkan dapat memberikan imbas positif yang dapat menahan potensi pelemahan dan dimanfaatkan untuk mengangkat IHSG," papar Reza dalam risetnya.



Selain itu, kondisi nilai tukar rupiah yang berangsur membaik, meski masih di area Rp13.500 per dolar Amerika Serikat (AS) turut memberikan sentimen positif bagi IHSG.

Sayangnya, pelaku pasar asing masih tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler hingga Rp1 triliun kemarin. Namun, ia tak menyebut hal ini menjadi penghalang bagi IHSG tetap melaju di teritori positif.

Dengan melihat sentimen yang ada, Reza optimis IHSG akan menguat dengan rentang support 6.031-6.046 dan resistance 6.075-6.088.

Di sisi lain, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, penantian pelaku pasar terhadap data inflasi bulan November yang akan dirilis pada awal bulan Desember bakal mewarnai pergerakan IHSG.

"Proyeksi inflasi masih dalam rentang yang terkendali sehingga masih dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG," terang William.


Dengan demikian, ia sepakat jika IHSG bakal berbalik arah menguat pada perdagangan terakhir pekan ini. William meramalkan, IHSG berada dalam rentang support 5.972 dan resistance 6.123.

Sebagai informasi, IHSG kemarin ditutup melemah 9,34 poin (0,15 persen) ke level 6.061 setelah bergerak di antara 6.045-6.073. Sementara, nilai tukar rupiah menguat tipis 0,07 persen menjadi Rp13.500 per dolar AS.

Selanjutnya, mayoritas indeks bursa Saham Wall Street terkoreksi tadi malam. Dalam hal ini, indeks S&P500 dan Nasdaq Composite masing-masing melemah 0,04 persen dan 1,27 persen. (gir/gir)