Survei: Masyarakat Terbilang Puas atas Pembangunan ala Jokowi

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Minggu, 03/12/2017 16:25 WIB
Sebuah survei menyebut 37 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Jokowi soal pembangunan infrastrukur selama menjalani masa jabatannya. Sebanyak 37 persen koresponden masyarakat Indonesia mengaku puas dengan pembangunan Presiden Jokowi. (Dok. Biro Pers Setpres/ Kris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah survei menyebut 37 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo soal pembangunan infrastruktur selama menjalani masa jabatannya.

Menurut survei Organisasi Kesejahteraan Rakyat atau Orkestra yang dilakukan pada periode 6-20 November 2017 itu, 37 persen dari 1.300 koresponden di 34 provinsi di Indonesia mengaku puas karena pembangunan di tangan Jokowi dinilai merata.

Meski tidak mencapai separuh atau angka 50 persen, capaian Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun ini disebut Orkestra lebih baik ketimbang tahun lalu.


"Jadi banyak orang trennya menilai bahwa kinerja pada pemerintahan Jokowi-JK ini membaik," ujarnya Direktur Orkestra Poempida Hidayatullah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/12).

Selain soal pembangunan infrastruktur, 11 persen koresponden menilai Jokowi telah memenuhi janji-janjinya di masa kampanye; sebanyak 7 persen menyebut kepemimpinan Jokowi yang bagus; dan 15 persen menyebutkan Jokowi pro rakyat. Sedangkan 30 persen memilih alasan lain atas kepuasannya pada mantan Wali Kota Solo itu.

Namun masih ada hal negatif di mata koresponden. Sebanyak 16 persen menyebutkan tidak ada perubahan di era Jokowi; 6 persen harga masih mahal; 2 persen menindas rakyat; 8 persen dikendalikan asing; 15 persen utang makin besar; 21 persen tidak sesuai janji kampanye; 17 persen kinerja ekonomi buruk; dan 15 persen memilih alasan lain.
Survei tersebut juga menyebut elektabilitas Jokowi berbeda dengan partai yang mengusungnya, Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan. PDIP disebut mendapatkan hanya mendapatkan 15,2 persen dukungan, berbeda tipis dari angkat 15,2 persen yang diperoleh Gerindra.

Poempida mengatakan survei ini menunjukkan elektabilitas seorang pemimpin kini dinilai masyarakat dari kinerja, bukan lagi partai.

"Saya bilang tidak ada hubungannya antara prestasi kandidat dengan prestasi partai, begitu juga elektabilitas keduanya tidak saling berhubungan," tuturnya.

(aal)