Pertumbuhan Ekonomi Masih Sulit Tembus 6% di Periode I Jokowi

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 01:18 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Masih Sulit Tembus 6% di Periode I Jokowi Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu tiga tahun lagi guna mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, menunggu rampungnya berbagai proyek infrastruktur. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku, Indonesia masih membutuhkan waktu tiga tahun lagi untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen.

Pertumbuhan itu baru bisa tercapai setelah berbagai proyek infrastruktur yang kini tengah dibangun selesai dan resmi beroperasi. Pasalnya, dampak dari pembangunan infrastruktur dinilainya dominan bagi pertumbuhan ekonomi.

"Infrastruktur sebagian ada yang selesai, tapi sebagian besar lagi dibangun," ungkap Darmin, Rabu (29/11).


Sementara itu, Darmin menyebut Indonesia dipastikan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,4 persen pada tahun 2018 mendatang.

Secara keseluruhan, Darmin memaparkan, Indonesia berhasil keluar dari perlambatan laju ekonomi sejak 2016 lalu. Artinya, ekonomi Indonesia hanya melambat sampai tahun 2015 lalu.

"Ekonomi dunia melambat dari tahun 2000, bahkan 2012 2013 2014 2015, bahkan sampai tahun lalu. Tapi ekonomi Indonesia hanya melambat sampai 2015," sambung Darmin.

Kendati keluar lebih cepat dari perlambatan ekonomi, ia mengakui pertumbuhan ekonomi belum terlalu signifikan karena masih sekitar lima persen atau belum menembus kembali di level enam persen.

"Tapi Indonesia penurunan pertumbuhan ekonomi saat itu tidak terlalu dalam hanya dari enam ke lima persen. China dari delapan persen ke 6,7 persen, India juga begitu tinggi," jelas Darmin.

Ia mengatakan, hal ini bisa terjadi karena pemerintah Indonesia mulai fokus pada proyek infrastruktur dan menarik banyak investor untuk ikut bergabung dalam proyek tersebut. (agi/agi)