Pertumbuhan itu baru bisa tercapai setelah berbagai proyek infrastruktur yang kini tengah dibangun selesai dan resmi beroperasi. Pasalnya, dampak dari pembangunan infrastruktur dinilainya dominan bagi pertumbuhan ekonomi.
"Infrastruktur sebagian ada yang selesai, tapi sebagian besar lagi dibangun," ungkap Darmin, Rabu (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, Darmin memaparkan, Indonesia berhasil keluar dari perlambatan laju ekonomi sejak 2016 lalu. Artinya, ekonomi Indonesia hanya melambat sampai tahun 2015 lalu.
"Ekonomi dunia melambat dari tahun 2000, bahkan 2012 2013 2014 2015, bahkan sampai tahun lalu. Tapi ekonomi Indonesia hanya melambat sampai 2015," sambung Darmin.
"Tapi Indonesia penurunan pertumbuhan ekonomi saat itu tidak terlalu dalam hanya dari enam ke lima persen. China dari delapan persen ke 6,7 persen, India juga begitu tinggi," jelas Darmin.
Ia mengatakan, hal ini bisa terjadi karena pemerintah Indonesia mulai fokus pada proyek infrastruktur dan menarik banyak investor untuk ikut bergabung dalam proyek tersebut. (agi)