PLN Mau Kualitas PLTU Jawa 7 Persis Pembangkit Listrik China

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 12:10 WIB
PLN Mau Kualitas PLTU Jawa 7 Persis Pembangkit Listrik China PT PLN (Persero) ingin memastikan investor China mampu membangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP Jawa 7 yang berkualitas. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) ingin memastikan investor China mampu membangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP Jawa 7 yang berkualitas, tak seperti konstruksi sebelumnya yang jauh dari harapan.

Oleh karenanya, perseroan mengunjungi pembangkit listrik Guohua Ninghai yang berada di kota Ningbo, China, pekan ini. Pembangkit berkapasitas 4x600 megawatt (MW) dan 2x1000 MW ini menggunakan teknologi ultra super critical dan disebut sebagai salah satu pembangkit listrik paling efisien di dunia.

Sebelumnya, PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan oleh konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi dengan pembagian 70:30. Pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW yang sudah memulai konstruksi pada September 2017 lalu ini ditargetkan rampung pada April 2020.

Melalui skema perjanjian jual beli listrik (PPA), perseroan membeli listrik dengan harga 4,2 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh).


Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengakui kontraktor pembangunan pembangkit yang digarap investor China pada masa lalu memiliki kualitas di bawah standar.

"Hal itu membuat kualitas pembangkitnya juga jauh dari harapan. Pada akhirnya itu membebani PLN dan berpengaruh pada ketersediaan daya listrik nasional," ujar Sofyan di Ninghai, China, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (8/12).

Sofyan berharap setelah melihat performa pembangkit listrik Guohua Ningkai, kontraktor Negeri Tirai Bambu bisa membangun pembangkit listrik dengan kualitas yang sama di Indonesia. Dalam hal ini, selain rendah emisi, pembangkit listrik juga menunjukkan performa prima.

Dalam kunjungan tersebut, perseroan juga ingin mengetahui cara pengoperasian pembangkit secara optimal hingga mencapai 95 persen output listrik.

Sofyan menambahkan, saat ini perseroan lebih berhati-hati dalam pemilihan investor dari China, salah satunya hanya bekerja sama dengan perusahaan berpengalaman milik pemerintah, seperti Shenhua Guohua.

Sebelumnya, Shenhua juga sudah menanamkan investasinya di PLTU Sumsel-1 di Muara Enim, Sumatera Selatan yang berkapasitas 2x350 MW. Pada pembangkit ini, PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia bergabung dengan Indonesia LPE dengan pembagian saham 75:25.

Setidaknya ada empat hal yang bisa dipelajari perseroan dari kunjungan tersebut. Pertama, performa yang bagus. Pabrik listrik yang batu baranya mencapai 35 persen diambil dari Indonesia ini pemanfaatannya sangat efisien yakni 280 gram per kWh.

Kedua, tingkat keandalan. Dalam setahun, rata-rata beroperasi hingga 95 persen bila sedang tidak dilakukan perawatan dan mencapai 80 persen bila sedang ada perawatan. Ketiga, memenuhi standar emisi pemerintah China yang sangat ketat dalam hal lingkungan. Terakhir, kebersihan pembangkit yang terjaga baik.
(lav/lav)