Bank Diminta Berperan Maksimal Dorong Satu Juta Rumah

Agustiyanti, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 15:35 WIB
Bank Diminta Berperan Maksimal Dorong Satu Juta Rumah Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggandeng 30 bank dalam menyalurkan KPR subsidi guna mendorong target satu juta rumah. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap perbankan dapat lebih memaksimalkan perannya dalam mendorong terealisasi target pemerintah membangun satu juta rumah. Saat ini, PUPR mengaku sudah bekerja sama dengan 30 bank dalam menyalurkan KPR bersubsidi.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR Lana Winayanti menjelaskan, pihaknya akan mendorong BTN dan bank-bank penyalur KRP subsidi lainnya guna meningkatkan kinerjanya. Salah satunya, dengan menggandeng PT Sarana Multigriya Financial (SMF) untuk melakukan sekuritisasi aset KPR.

Menurut Lana, sebagai BUMN, Bank BTN merupakan bank yang menerima penugasan pemerintah untuk menyalurkan KPR sejak tahun 1976 sampai saat ini. Dengan pengalaman yang begitu panjang, maka sudah selayaknya Bank BTN untuk meningkatkan kinerjanya terutama dari sisi demand dan bersinergi dengan Perum Perumnas serta pelaku pembangunan lainnya untuk mendorong suplai perumahan agar target Program Satu Juta Rumah bisa tercapai.


"Saya menghimbau Bank BTN untuk berkolaborasi dengan SMF agar sistem pembiayaan perumahan yang diamanatkan oleh UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat beroperasi secara maksimal mendorong pencapaian target Program Satu Juta Rumah" ujar Lana dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/12).

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, sejak berdiri tahun 1976, BTN berhasil menyalurkan KPR untuk 4,1 Juta unit rumah baik untuk KPR subsidi maupun non subsidi.

"Perbaikan pelayanan dilakukan melalui Launching Plaza KPR yang dapat diakses masyarakat secara online selama 24 jam. Kami juga melakukan parade KPR dititik-titik yang mudah dikunjungi, diakses dan mudah untuk dilakukan transasksi dengan memberikan bunga sebesar 4,1 persen kepada masyarakat", katanya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ATR-BPN, Sofyan Djalil ikut mendukung program satu juta rumah melalui penyediaan sertifikasi tanah. Hingga 2017, Kementerian Agaria dan Tata Ruang terus melakukan sertifikasi tanah dengan target mencapai 5 juta sertifikat. Sedangkan di tahun 2019, target sertifikasi sebesar 9 juta sertifikat.

Lebih jauh lagi Sofyan Jalil juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah merancang aturan tentang bank tanah negara. Nantinya, bank tanah negara ini dapat mengontrol harga tanah yang semakin liar. Apalagi sampai saat ini, harga tanah masih merupakan kendala yang luar biasa bagi MBR. (agi/agi)