Jelang Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Uang Tunai Rp193,9 T

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 14/12/2017 21:00 WIB
Uang tunai Rp193,9 triliun tersebut disiapkan Bank Indonesia guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Uang tunai Rp193,9 triliun tersebut disiapkan Bank Indonesia guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sekitar Rp193,9 triliun guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Bank Indonesia siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Eni V Panggabean dalam konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Kamis (14/12).

Porsi terbesar dari uang tersebut berasal dari emisi tahun 2016 yang mencapai Rp125,8 triliun. Sementara, Rp68,1 triliun sisanya berasal dari uang emisi sebelum 2016.


Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dari proyeksi kebutuhan Desember 2017 yang berkisar Rp88 triliun hingga 93 triliun atau naik 10 hingga 16 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp80,3 triliun.

Berbeda dengan lebaran, menurut Eni, kebutuhan uang tunai di akhir tahun lebih banyak didominasi oleh Uang Pecahan Besar (UPB) atau dengan nominal pecahan Rp20 ribu ke atas.

"Kalau lebaran kan ada tradisi salam tempel, kalau Natal biasanya uang untuk makan-makan atau leisure," jelasnya.

Eni mengungkapkan, rata-rata Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) di akhir tahun, dalam 10 tahun terakhir meningkat sebesar 13 persen per tahun. Namun, ia mengaku dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan UYD tersebut, cenderung melambat. Adapun per November 2017, UYD tercatat mencapai Rp635 triliun.

Kebutuhan uang masyarakat tersebut menurut Eni, akan dipenuhi dengan layanan kas yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, BI telah memiliki 155 titik distribusi yang terdiri dari 44 satuan kerja kas dan 111 kas titipan.

"Kas titipan ini akan memperkuat jangkauan layanan kepada masyarakat di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dalam mengedarkan uang, BI memiliki strategi diantaranya, meningkatkan distribusi dan persediaan uang di kantor pusat maupun perwakilan BI dengan cara meningkatkan persediaan uang di seluruh satuan kerja kas.

Selain itu, BI juga melakukan pengaturan dan penjadwalan pengiriman uang melalui hari ini sampai dengan akhir tahun.

Kemudian, BI juga mengintensifkan kerja sama dengan penyedian transportasi darat, laut dan udara. Peran kas titipan juga dioptimalkan untuk distribusi uang dan penukaran.

Bank sentral juga memanfaatkan jaringan distribusi bank dan bank untuk mengedarkan di tingkat kecamatan dan desa.

"Kami tetap mengimbau supaya uangnya dijaga dan dirawat dengan baik tetapi kalau di akhir tahun mau jalan-jalan ya uangnya dikeluarkan," pungkasnya. (agi/agi)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK