Walt Disney Akuisisi Aset 21st Century Fox Rp700 Triliun

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 14/12/2017 20:33 WIB
Walt Disney Akuisisi Aset 21st Century Fox Rp700 Triliun Sesuai kesepakatan akuisisi 21st Century Fox, Walt Disney akan mendapatkan studio film Fox, jaringan Nat Geo, operator TV berbayar Asia Star TV, serta saham Fox di Sky and Hulu. (Courtesy disneyworld.disney.go.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Walt Disney pada Kamis (14/12) mengumumkan kesepakatan guna mengakuisi sebagian besar aset 21th Century Fox senilai US$52,4 miliar atau sekitar Rp700 triliun. Disney akan mendapatkan studio film Fox, jaringan Nat Geo, operator TV berbayar Asia Star TV, saham Fox di Sky and Hulu dan jaringan olah raga Fox.

Akuisisi ini mendorong rencana Disney untuk menjadi platform layanan streaming yang dominan, dan menjadikannya ancaman lebih besar bagi Netflix.

"Akuisis ini akan membuat mereka memiliki konten yang lebih diminati, sehingga semakin dapat bersaing untuk menjual layanan berbayar, yang saat ini memiliki persaningan yang ketat," kata Analis Senior eMarketer Paul Pendahul dikutip dari CNBC.com, Kamis (14/12).


Adapun Bob Iger diputuskan untuk tetap menjadi CEO Disney sampai akhir tahun 2021, atas permintaan dewan direksi kedua perusahaan tersebut. Disney menekankan pentingnya Iger untuk mengintegrasikan kedua perusahaan tersebut.


Disney mengumumkan rencana pada bulan Agustus untuk memulai layanan streaming yang berdiri sendiri dan menarik filmnya dari Netflix mulai tahun 2019. Disney juga berencana menciptakan layanan digital ESPN yang berdiri sendiri dengan akses ke 10.000 acara olah raga tambahan.

Disney mengatakan layanan kontennya akan memiliki perpustakaan lebih kecil dari Netflix. Namun, mereka memiliki beberapa judul favorit penggemar termasuk fitur animasi, film Marvel dan Star Wars. Selain itu, Disney juga dapat menambahkan konten Fox, yang mencakup waralaba X-Men, Alien, dan Predator, selain pertunjukan seperti The Simpsons, Family Guy dan The X-Files yang akan membuat mereka lebih kuat.

Kesepakatan tersebut menempatkan Netflix dalam situasi yang lebih genting karena mungkin perusahaan digital tersebut bakal kehilangan beberapa konten Fox. Netflix pun telah mengakui bahwa mereka tidak dapat bergantung pada acara dan film perusahaan media lainnya dan berfokus pada kontennya sendiri.

Mereka juga telah memproyeksikan akan menghabiskan US$ 8 miliar tahun depan untuk membuat kontennya sendiri. (agi)