Auto rejection adalah penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan efek yang berlaku di bursa terhadap pembelian dan/atau penjualan efek yang melampaui batasan harga yang ditetapkan oleh BEI.
Hingga kini, harga sahamnya telah melonjak 49,7 persen ke level Rp494 per saham. Saat pembukaan tadi pagi, harga saham perusahaan naik 12,12 persen ke level Rp370 per saham, tetapi juga sempat menyentuh harga terendah di level Rp332 per saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Campina Ice Cream melakukan pencatatan saham di BEI atau IPO dengan melepas 885 juta lembar saham atau sebanyak-banyaknya 15,04 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan.
"Harga saham perusahaan ditawarkan ke masyarakat dengan kisaran harga penawaran Rp330 per saham," kata Direktur Utama Campina Ice Cream Samudera Prawirawidjaja, melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (19/12).
"Sisanya akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan modal kerja," terang Samudera.
Lihat juga:Dua Emiten Baru Resmi Melantai di Bursa Efek |
Lebih lanjut ia mengatakan, perusahaan kini memiliki pabrik di Rangkut, Surabaya dengan total 60 titik distribusi di Indonesia, kemdian 30 kantor perwakilan, dan 30 distributor dari pihak ketiga.
Sementara itu, perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,6 persen sepanjang semester I 2017 menjadi Rp480,78 miliar. Selain itu, Campina Ice Cream mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp7,68 miliar.
"Jumlah aset semester I 2017 Rp1,09 triliun dan jumlah ekuitas sebesar Rp564,55 miliar," lanjut Samudera. (agi)