Realisasi Penerimaan dan Belanja Masih di Bawah 90 Persen

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 20/12/2017 16:26 WIB
Realisasi Penerimaan dan Belanja Masih di Bawah 90 Persen Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat, realisasi penerimaan dan belanja negara hingga dua pekan sebelum tutup tahun masih berada di bawah 90 persen dari target. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi penerimaan dan belanja negara hingga 15 Desember 2017 masih berada di bawah 90 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2019. Adapun defisit anggaran, tercatat mencapai Rp352,7 triliun atau 2,62 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, per 15 Desember, penerimaan negara dan hibah terealisasi Rp1. 496,9 triliun atau 86,2 persen dari target APBN-P yang sebesar Rp1.736,1 triliun. Sebesar Rp1.211,5 triliun diantaranya merupakan penerimaan perpajakan atau 82,3 persen dari target Rp1.472,7 triliun.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp281 triliun atau 108 persen dari proyeksi APBNP sebesar Rp260,2 triliun. Terlampauinya target tersebut, lebih disebabkan oleh kenaikan harga komoditas yang terkait minyak dan gas.


Adapun dari sisi belanja, realisasinya hingga pertengahan Desember tercatat sebesar Rp1.849,5 triliun atau setara dengan 86,7 persen dari target Rp2.133 triliun.

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp1.132,3 triliun atau 82,9 persen dari target Rp1.366 triliun. Sebesar Rp664,9 triliun berasal dari belanja kementerian/lembaga atau 83,25 persen dari target Rp798,7 triliun, sedangkan Rp467,3 triliun sisanya berasal dari belanja non K/L.

"Belanja negara akan banyak terealisir di sisa 10 hari terakhir ini," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (20/12)

Sementara itu, realisasi transfer ke daerah dan dana desa tercatat sudah mencapai 92,9 persen atau mencapai Rp717,3 triliun dari target APBNP yang sebesar Rp776,2 triliun. Ia pun mengaku, di sisa sepuluh hari terakhir, pemerintah akan mendorong percepatan pencairan belanja dan setoran penerimaan.

"Kami sudah meminta perbankan untuk buka sampai tanggal 30 Desember 2017 hingga pukul 3 sore," ungkapnya.

Dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, defisit anggaran negara pada periode yang sama menurut Sri Mulyan, tercatat sebesar Rp352,7 triliun. Jumlah tersebut, setara 2,62 persen dari PDB, jauh lebih rendah dari target APBNP sebesar 2,92 persen dari PDB.

"Dengan relisasi (per 15 Desember 2017) ini, maka kami melihat untuk keseluruhan tahun 2017 masih di dalam koridor APBNP 2017. Hingga akhir tahun, defisit masih kami perkirakan di kisaran 2,6 hingga 2,7 persen dari PDB," terang dia. (agi/agi)