Sebab, ia mengaku telah menyadari sekaligus menyiapkan antisipasi apabila penerimaan negara, baik yang merupakan pajak dan bukan pajak tak tercapai sesuai dengan target.
"Jadi kami masih menghitung dalam minggu-minggu ke depan lagi, sehingga angka persisnya dapat diperoleh dan tidak akan mengagetkan para dunia usaha," ujar Ani, sapaan akrabnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pesan Sri Mulyani untuk Komandan Pajak Baru |
Ia juga tak ingin ada alokasi belanja yang secara tiba-tiba dialihkan begitu saja ke anggaran tahun depan. Sebab, ia masih ingin agar seluruh rencana belanja yang telah dipetakan dapat benar-benar terealisasi.
Menurutnya, satu-satunya alokasi belanja yang akan diberikan ke tahun depan dari tahun ini hanyalah rencana belanja yang sifatnya jangka panjang dan direalisasikan melalui beberapa tahap pencairan, misalnya untuk proyek infrastruktur.
Kendati begitu, ia masih enggan memberikan posisi pengeluaran belanja yang sudah terealisasi dan posisi defisit hingga akhir November ini.
Sementara dari sisi penerimaan pajak telah mencapai Rp1.001,2 triliun atau sekitar 78 persen dari target Rp1.283,57 triliun pada akhir November ini.
Lihat juga:Enam Pekerjaan Rumah Bos Pajak Baru |