Jaga Defisit, Sri Mulyani Sisir Belanja di Pengujung Tahun

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 19:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani terus menyisir seluruh pos belanja sesuai APBNP 2017 dalam satu bulan terakhir jelang tutup tahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani terus menyisir seluruh pos belanja sesuai APBNP 2017 dalam satu bulan terakhir jelang tutup tahun. (REUTERS/Darren Whiteside).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku terus menyisir seluruh pos belanja sesuai Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 dalam satu bulan terakhir jelang tutup tahun. Hal ini guna menjaga ruang defisit tetap di kisaran 2,67 persen hingga 2,92 persen.

Sebab, ia mengaku telah menyadari sekaligus menyiapkan antisipasi apabila penerimaan negara, baik yang merupakan pajak dan bukan pajak tak tercapai sesuai dengan target.

"Jadi kami masih menghitung dalam minggu-minggu ke depan lagi, sehingga angka persisnya dapat diperoleh dan tidak akan mengagetkan para dunia usaha," ujar Ani, sapaan akrabnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (30/11).


Di sisi lain, ia bilang, hal ini dilakukan agar tak ada pos belanja, baik yang harus diberikan kepada Kementerian/Lembaga (K/L) maupun ke pemerintah daerah, yang terlantar dan tidak dicairkan anggarannya.

Ia juga tak ingin ada alokasi belanja yang secara tiba-tiba dialihkan begitu saja ke anggaran tahun depan. Sebab, ia masih ingin agar seluruh rencana belanja yang telah dipetakan dapat benar-benar terealisasi.

"Kami tidak akan bisa melakukan pengalihan begitu saja. Jadi kami tidak melakukan keputusan last minute untuk belanja itu akan diluncurkan atau tidak," katanya.

Menurutnya, satu-satunya alokasi belanja yang akan diberikan ke tahun depan dari tahun ini hanyalah rencana belanja yang sifatnya jangka panjang dan direalisasikan melalui beberapa tahap pencairan, misalnya untuk proyek infrastruktur.

"Kalau belanjanya multiyears, secara otomatis juga bisa masuk ke 2018," pungkasnya.

Kendati begitu, ia masih enggan memberikan posisi pengeluaran belanja yang sudah terealisasi dan posisi defisit hingga akhir November ini.

Sementara dari sisi penerimaan pajak telah mencapai Rp1.001,2 triliun atau sekitar 78 persen dari target Rp1.283,57 triliun pada akhir November ini.

(lav/lav)