Corporate Communication Lior Air Group Ramaditya Handoko mengatakan, perusahaan perlu melakukan pengecekan ulang terhadap masalah teknis tersebut. Dalam hal ini, perusahaan membutuhkan waktu lebih lama untuk membenahi pesawatnya.
"Untuk mengantisipasi waktu dan meminimalisir keterlambatan, manajemen memutuskan untuk menggunakan pesawat pengganti yang saat itu ada di Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta),” ujar Ramaditya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal tersebut memiliki konsekuensi, yaitu over pax (kelebihan orang),” terang dia.
Dengan kejadian ini, perusahaan meminta maaf atas ketidaknyamanan kepada 21 penumpang yang terpaksa harus menunggu lagi untuk berangkat ke Denpasar.
"Atas nama manajemen Lior Air, kami mohon maaf atas pelayanan yang kurang berkenan pada penerbangan Lion Air JT-010 menuju Denpasar yang berangkat pada pukul 22.00 WIB," papar Rama.
"Jadi, ada 16 penumpang yang minta hotel, terus sisanya mungkin rumahnya dekat jadi hanya transportasi ke tempat tinggalnya, dan satu lagi memilih tidak ikut berangkat lagi," jelas Rama.
Menurutnya, 20 penumpang tersebut sudah diberangkatkan menuju Denpasar dengan penerbangan pertama pukul 04.30 WIB pada Kamis (21/12).
Dalam statusnya, ia mengeluhkan sikap Lion Air yang seperti membohongi penumpang karena dianjurkan untuk keluar dari pesawat untuk kemudian dipindahkan ke pesawat lainnya.
Namun, bukan diantar ke pesawat sesuai pernyataan pihak perusahaan, sebagian penumpang hanya diantar sampai pintu masuk kembali Terminal 1. "Mereka sengaja menipu penumpang agar mau keluar dari pesawat itu," tulis Tris dalam statusnya.
"Bukankah seharusnya tanpa diminta itu harus dikasih? Kenapa semua harus dibohongi? Ada konspirasi apa dibalik kursi kami yang tidak ada jatahnya," pungkasnya. (bir)