Menteri Pertanian Bantah Kabar Pencabutan Subsidi Benih

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 03/01/2018 14:04 WIB
Menteri Pertanian Bantah Kabar Pencabutan Subsidi Benih Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pemberian subsidi benih tetap dianggarkan sebesar Rp1 triliun yang didapat dari APBN 2018. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan, pemerintah tidak mencabut kebijakan subsidi benih untuk petani pada tahun ini, sehingga petani tetap bisa mendapat benih berkualitas dari pemerintah.

Ia menjelaskan, pemberian subsidi benih tetap dianggarkan sebesar Rp1 triliun yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Bersamaan dengan ini, Amran menyatakan, isu soal pencabutan subsidi benih dari pemerintah hanya salah kaprah. Sebab, yang terjadi adalah Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil anggaran subsidi benih tersebut dan mendistribusikan benih langsung kepada petani.



Artinya, pencabutan subsidi hanya pada pengalihan distribusi yang semula dari pemerintah pusat ke PT Sang Hyang Sari (Persero) atau SHS, lalu ke petani. Kini, dari pemerintah pusat langsung ke Kementan, lalu didistribusikan ke petani melalui program mandiri benih seribu desa.

"Dulu 2015-2016, serapannya 20 persen, 80 persennya tidak diserap oleh masyarakat petani. Tapi kami kreatif, sehingga anggaran Rp1 triliun kami sepakat diambil, Rp1 triliun ini diberikan benih langsung," ucap Amran di kantornya, Rabu (3/1).

Amran menambahkan, pengalihan distribusi subsidi benih dilakukan lantaran neraca keuangan SHS yang tidak mencukupi, sehingga membuat distribusi tersendat dan benih subsidi yang bisa diserap petani minim.

Kendati begitu, ia menilai, bila ke depannya neraca keuangan SHS lebih baik, tentu pemerintah membuka pintu bila SHS ingin kembali mendistribusikan benih bersubsidi.

"Sekarang jadi kami ambil alih, langsung kami berikan ke petani. Kami harap petani juga berkontribusi mengambil. Tapi kalau masih ada dari SHS (penyaluran benih), tidak masalah juga," katanya.

Sementara berdasarkan catatannya, jumlah benih yang diberikan subsidi, yaitu benih padi untuk lahan tiga juta hektar, benih jagung untuk lahan empat juta hektar, benih kedelai untuk lahan 500 ribu hektar, dan lainnya.

"Bahkan gratis dengan pupuknya," terangnya.


Ia mengklaim, dengan subsidi benih dari pemerintah, setidaknya bisa menghasilkan produksi yang lebih banyak. Misalnya, produksi padi bisa meningkat dari 5 ton menjadi 10 ton dan produksi jagung bisa naik dari 3 ton menjadi 8-10 ton.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Haryo Soekartono tak setuju bila pemerintah mencabut subsidi benih kepada petani. Sebab, dapat memberi tekanan pada petani dalam mendapatkan benih yang murah dan berkualitas.

"Dampaknya, benih padi yang selama ini hanya Rp2.500 per kilogram (kg), akan menjadi Rp11 ribu per kg," kata Bambang dalam keterangan tertulis di situs DPR, kemarin. (gir/gir)