Pupuk Indonesia Salurkan 6,2 Juta Ton Pupuk Bersubsidi

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 16/10/2017 17:30 WIB
Pupuk Indonesia Salurkan 6,2 Juta Ton Pupuk Bersubsidi PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan 6,2 juta ton pupuk bersubsidi sepanjang sembilan bulan 2017. CNN Indonesia/Safyra Primadhyta
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan 6,2 juta ton pupuk bersubsidi hingga akhir kuartal III 2017 ini. Realisasi tersebut setara dengan 65,3 persen dari target penyaluran pupuk subsidi tahun ini yang mencapai 9,5 juta ton.

"Secara total, dari target 9,5 juta ton, pupuk bersubsidi yang sudah terserap 6,2 juta ton," tutur Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat saat berbincang dengan awak media di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Senin (16/10).

Aas merinci, penyaluran pupuk bersubsidi itu tersebut terdiri dari 2,6 juta ton urea dari target 4,1 juta ton, 1,8 juta ton NPK dari target 2,5 juta ton, 644 ribu ton SP36 dari target 850 ribu ton, 674 ribu ton ZA dari target 1,05 juta ton dan 450 ribu ton pupuk organik dari target 1 juta ton.



Mengamati capaian penyerapan tersebut, Aas optimistis penyerapan pupuk bersubsidi tahun ini akan sesuai target, apalagi musim tanam tahun ini relatif tidak bergeser.

Dari sisi stok, perusahaan meyakinkan masih dalam kondisi aman. Bahkan, persedian perseroan jauh di atas kewajiban penyimpanan stok.

Hal ini dilakukan perseroan untuk mengantisipasi naiknya permintaan seiring masuknya musim tanam maupun risiko lain seperti gangguan cuaca, distribusi, hingga gangguan produksi pabrik.

"Dari kewajiban untuk menyiapkan dua minggu ke depan, kami sekarang bisa menyediakan stok hingga dua bulan ke depan," ujarnya.

Aas menyebutkan, saat ini perseroan memiliki stok pupuk urea mencapai 544 ribu ton dari kewajiban 147 ribu ton, NPK 316 ribu ton dari kewajiban 82 ribu ton, SP36 126 ribu ton dari kewajiban 29 ribu ton, ZA 110 ribu ton dari kewajiban 43 ribu ton, dan organik 61 ribu dari kewajiban 37 ribu ton.