Staf Ahli Menteri Koordinator bidang Perekonomian Eddy Putra Irawady mengungkap, sebagian besar investasi yang belum terealisasi terkonsentrasi di lima bidang, yaitu industri, pariwisata, infrastruktur, pertambangan, dan perdagangan.
Ia mengatakan, pemerintah akan mencari cara agar investasi ini segera teralisasi. Apalagi, sebanyak 74 persen komitmen investasi tersebut rencananya dilakukan di luar Pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melengkapi ucapan Edy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membeberkan beberapa alasan ihwal tidak terealisasinya investasi tersebut. Pertama, sebagian besar investasi terhambat masalah perizinan yang belum terbit, di mana ini adalah salah satu syarat bagi investor untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan.
“Karena sebagian besar investor itu kan butuh pembiayaan eksternal dalam berinvestasi, namun uang itu tak bisa di-draw down karena izin-izin utamanya pertanahan belum keluar. Padahal, izin ini dibutuhkan sebagai persyaratan agar perbankan mau memberikan pinjamannya,” kata Rudiantara.
“Masing-masing kementerian dan lembaga akan mengawal ini dan kami harapkan pelaksanaan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission) pada Maret nanti tidak lagi ada kejadian seperti ini,” ungkap Eddy.
Data BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi di kuartal III 2017 telah mencapai Rp513,2 triliun. Adapun, angka ini naik 13,18 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya Rp453,4 triliun, dan mencapai 75,6 persen target 2017 sebesar Rp678,8 triliun. (bir)