Rencananya, ada dua teknologi yang dipertimbangkan, yakni metode standard gauge dan narrow gauge. Teknologi narrow gauge adalah tipe rel kecil dengan ukuran 1.067 milimeter (mm), sementara teknologi standard gauge memiliki lebar rel 1.435 mm.
“Kami akan finalisasi ke depan, tetap apakah mau pakai narrow gauge, apakah standard gauge, yang kami finalisasi adalah angka investasinya,” jelas Luhut di kantornya, Senin (8/1).
Luhut menjelaskan,kajian dua teknologi masih dilakukan, kendati rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla bulan lalu menyimpulkan bahwa proyek ini akan memakai teknologi narrow gauge.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah memilih Jepang untuk mengerjakan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Rencananya, proyek ini akan dimulai pembangunannya tahun depan, dengan pembangunan awal rute Jakarta-Semarang selama dua tahun.
Proyek ini diperkirakan bakal menelan investasi sekitar Rp60 triliun, termasuk Rp20 triliun untuk 800 lintas sebidang kereta api Jakarta-Surabaya.
Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan jaringan dan layanan kereta api cepat pada lintas : Merak - Jakarta - Cirebon - Semarang - Surabaya - Banyuwangi, yang akan dilakukan secara bertahap yaitu : Tahap I (2021-2028) lintas Jakarta-Surabaya, Tahap II (2028-2030) lintas Surabaya-Banyuwangi dan Tahap III (2028-2030) lintas Jakarta-Merak. (agi/agi)