Pekan Depan, Pemerintah Lelang Surat Utang Rp17 Triliun

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 11/01/2018 21:14 WIB
Pekan Depan, Pemerintah Lelang Surat Utang Rp17 Triliun Pemerintah berencana melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (18/1) dengan target indikatif sebesar Rp17 triliun. (REUTERS/Nyimas Laula)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah guna memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2018 pada Selasa (16/1).

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Kementerian Keuangan pada Kamis (11/1), pemerintah memasang target indikatif sebesar Rp17 triliun dan target maksimal Rp25,5 triliun.

Lelang dilakukan dalam bentuk dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan tiga seri Obligasi Negara (ON). Dua seri SPN tersebut terdiri dari SPN03180417 yang jatuh tempo pada 17 April 2018 dan SPN 12190104 yang jatuh tempo pada 4 Januari 2019. Keduanya, menggunakan tingkat kupon diskonto, dengan alokasi pembelian nonkompetitif dari yang dimenangkan maksimal 50 persen.

Sementara itu, tiga seri obligasi negara, terdiri dari FR0064 dengan kupon 6,125 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2018, FR0065 dengan kupon 6,625 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2033, serta seri FR0075 dengan kupon 7,5 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2038.


Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang akan bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual kelima seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. Adapun SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui peserta lelang.

Adapun peserta lelang terdiri dari 19 dealer utama, lembaga penjamin simpanan, dan Bank Indonesia. Dealer utama tersebut, terdiri dari Citibank NA. Deutsche Bank AG, Bank HSBC Indonesia, BCA, Bank Danamon, Bank Mandiri, BNI, Bank Panin. Kemudian Bank OCBC NISP, BRI, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, Bank ANX Indonesia, Standard Chartered Bank, Bahana Securities. Danareksa Securities, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia. (agi/agi)