Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis APII Daan Achmad mengatakan, empat bandara yang menjadi fokus perusahaan terdiri dari, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro di Jember, Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, dan Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya.
Lihat juga:AP II Genjot Pembayaran Nontunai di Bandara |
"Untuk total tujuh bandara ada juga di Sabang, Wirasaba, Bangka Belitung," tutur Daan, Kamis (11/1).
Khusus Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Daan menyebut terdapat potensi trefik yang sangat tinggi didorong oleh keberadaan kawasan wisata, seperti pemandangan di Kawah Ijen yang sering disebut dengan Blue Fire.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Daan, jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari sendiri masih dalam kisaran 125 ribu penumpang per tahun. Daan menargetkan jumlah penumpang bisa meningkat sekitar 500 ribu penumpang hingga satu juta penumpang.
Sementara itu, perusahaan membukukan pendapatan sekitar Rp8,2 triliun sepanjang tahun 2017. Dalam hal ini, sebagian besar atau 60 persen pendapatan berasal dari bisnis aero, sedangkan sisanya dari non aero.
Perusahaan menargetkan kontribusi pendapatan dari bisnis non aero bisa lebih tinggi pada tahun ini, yakni mencapai 45 persen sampai 50 persen. Pasalnya, perusahaan berencana untuk menambah investasi di bisnis non aero, misalnya dalam bisnis jasa parkir bandara.
"Pendapatan dari parkir itu besar," tutup Daan. (lav)