2018, Angkasa Pura II Bakal Kelola Empat Bandara Baru

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 06:42 WIB
2018, Angkasa Pura II Bakal Kelola Empat Bandara Baru PT Angkasa Pura II (Persero) mengaku bakal menambah pengelolaan tujuh bandara baru dalam waktu beberapa tahun ke depan, termasuk empat bandara pada 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) mengaku bakal menambah pengelolaan tujuh bandara baru dalam waktu beberapa tahun ke depan. Untuk tahun ini, perusahaan bakal fokus pada proses pengelolaan empat bandara baru dari total tujuh bandara tersebut.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis APII Daan Achmad mengatakan, empat bandara yang menjadi fokus perusahaan terdiri dari, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro di Jember, Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, dan Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya.

"Untuk total tujuh bandara ada juga di Sabang, Wirasaba, Bangka Belitung," tutur Daan, Kamis (11/1).

Khusus Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Daan menyebut terdapat potensi trefik yang sangat tinggi didorong oleh keberadaan kawasan wisata, seperti pemandangan di Kawah Ijen yang sering disebut dengan Blue Fire.


"Kami harus kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Orang datang ke daerah bukan karena bandara bagus tapi karena daerah tersebut punya profil yang bagus untuk didatangi," papar Daan.

Menurut Daan, jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari sendiri masih dalam kisaran 125 ribu penumpang per tahun. Daan menargetkan jumlah penumpang bisa meningkat sekitar 500 ribu penumpang hingga satu juta penumpang.

"Karena di bawah dua juta penumpang pasti rugi," imbuh Daan.

Sementara itu, perusahaan membukukan pendapatan sekitar Rp8,2 triliun sepanjang tahun 2017. Dalam hal ini, sebagian besar atau 60 persen pendapatan berasal dari bisnis aero, sedangkan sisanya dari non aero.

Perusahaan menargetkan kontribusi pendapatan dari bisnis non aero bisa lebih tinggi pada tahun ini, yakni mencapai 45 persen sampai 50 persen. Pasalnya, perusahaan berencana untuk menambah investasi di bisnis non aero, misalnya dalam bisnis jasa parkir bandara.

"Pendapatan dari parkir itu besar," tutup Daan. (lav/lav)