Mendag Akui Operasi Pasar Tak Efektif Turunkan Harga Beras

SAH , CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 17:54 WIB
Mendag Akui Operasi Pasar Tak Efektif Turunkan Harga Beras Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, operasi pasar yang dilakukan pemerintah tak efektif turunkan harga beras di pasaran. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, operasi pasar yang dilakukan pemerintah sejak November-Desember tak efektif untuk menurunkan harga beras di pasaran.

Kendati operasi pasar sempat membuat harga beras stabil, harga beras menurut dia, kembali meningkat dengan puncaknya terjadi pada bulan ini.

"Kami melakukan operasi beras operasi pasar sejak November-Desember,tetapi hanya coba penetrasi pasar. Artinya tidak secara masif, hanya di daerah yang berpotensi rawan. Ternyata dampaknya tidak memberikan penurunan harga," ujar Enggar saat acara silaturahmi bersama media di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Jumat (12/1).
Operasi pasar, menurut dia, dilakukan untuk mendorong penetrasi pasar pada daerah yang antara satu pasar dengan pasar lainnya memiliki harga beras dengan selisih yang tinggi. Operasi pasar dilakukan dengan menjual harga beras medium Perum Bulog di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Enggar menyatakan, saat ini pihaknya bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Dinas perdagangan juga memeriksa gudang penyimpanan penjual beras agar tidak ada yang menimbun beras.

Selain itu, pemerintah akan melakukan impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Impor beras didatangkan dari Thailand dan Vietnam.
Impor beras, menurut Enggar, sengaja tak dilakukan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog), agar tidak terjadi kecurigaan di masyarakat beras tersebut dioplos.

"Dari situ (impor), kami masukkan di pasar langsung. Saya sudah sampaikan dan sekaligus laporkan. Ini untuk mengisi posisi stok kita dan Insya Allah akan masuk sejak akhir Januari," tutur Enggar.

Dengan upaya-upaya tersebut, Enggar pun berharap stok beras di pasaran mencukupi dan harga kembali stabil. (agi)