Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, operasi akan dilaksanakan di 196 pasar di seluruh Indonesia. Sayangnya, ia tak mengingat lokasi-lokasi pasar tersebut. Hal yang pasti, seluruh pasar tersebut dinilai memiliki konsumsi yang tinggi.
“Kami akan masuk ke 196 pasar yang memiliki potensi konsumsi yang tinggi. Saya tidak bisa mengingat 196 pasar tersebut, yang jelas konsumsinya cukup tinggi,” ujar Enggar ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (19/12).
Lebih lanjut ia mengatakan, operasi pasar ini akan menyasar segala komoditas pangan dasar seperti beras dan gula. Meski melakukan operasi pasar, ia mengklaim bahwa persediaan bahan pangan masih terkendali dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia tak mengelak jika ada kenaikan harga pada komoditas daging ayam dan telur. Sayangnya, harga tersebut masih belum menguntungkan peternak. Tetapi, ia menjamin bahwa kenaikan harga daging ini tidak melanda Indonesia secara sporadis.
Sehari sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, ketersediaan bahan pangan seperti ayam dan telur bisa berpengaruh pada naiknya komponen inflasi bahan bergejolak (volatile food) di bulan Desember ini. Selain telur dan ayam, inflasi volatile food pada bulan ini juga akan dipengaruhi oleh cuaca ekstrem.
Adapun menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi volatile food di bulan lalu tercatat 0,38 persen secara bulanan (month to month). Meski demikian, inflasi komponen volatile food malah tercatat deflasi 1,71 persen sepanjang tahun 2017. (lav)