Ia menyatakan selama ini beras kelas medium jenis IR64 atau setra ramos masih diproduksi di Indonesia. Maka dari itu menurutnya tidak perlu adanya impor untuk beras jenis itu.
"Beras yang jenis IR64 yang diproduksi di sini kami gak akan impor gausah impor," kata Enggar di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Senin (8/1).
Lihat juga:Mendag Pantau Harga Sembako Jelang Natal |
Meskipun saat ini pedagang mengeluhkan kosongnya ketersedian beras medium tersebut, Enggar menyatakan pihaknya akan minta Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memberikan stok beras yang ada guna mengisi kekosongan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Enggar mengatakan hanya akan impor jenis beras yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. Seperti halnya beras basmati yang dibutuhkan oleh industri restoran tertentu namun belum bisa diproduksi di dalam negeri.
Adapun Enggar menyatakan, seluruh pedagang beras pasar tradisional wajib menjual beras jenis medium dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai besok (9/1).
"Sebagian sebenernya sudah mulai, tapi mulai besok, harus sudah mulai rata semuanya, seluruh pasar-pasar tradisional sudah masuk beras Bulog," ujar Enggar.
Beras dengan kualitas medium dari Bulog tersebut, kata Enggar, harus dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal tersebut dilakukan untuk meredam kenaikan harga beras, terutama di daerah yang kenaikannya cukup besar. (lav)