KPPU: Impor Beras Bisa Bikin Petani Merugi

SAH, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 12:31 WIB
KPPU: Impor Beras Bisa Bikin Petani Merugi KPPU menilai impor beras yang dilakukan pemerintah akan merugikan petani karena dilakukan pada saat musim panen petani. (ANTARA FOTO/Ampelsa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai impor beras yang akan dilakukan pemerintah dapat merugikan petani. Menurut Ketua KPPU M Syarkawi Raup, impor dapat merugikan petani lantaran dilakukan saat memasuki awal musim panen.

Ia menuturkan, petani memiliki pola tanam mulai Februari sampai Agustus. "Nanti kalau impor beras itu masuk, menurut Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) masuk pada saat awal panen raya atau panen besar di Indonesia. Impor ini bisa membuat kerugian bagi petani," ujarnya, Senin (15/1).

Di sisi lain, menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bustanul Arifin, pemerintah perlu waspada agar jangan sampai karena kebijakan impor ini harga gabah di petani menjadi anjlok.


Ia menilai, petani bisa saja tidak merugi dengan kebijakan impor yang akan dilakukan pemerintah akhir bulan ini. Hal itu apabila pemerintah memiliki tata kelola yang baik dalam impor beras sebanyak 500 ribu ton.

"Kalau dikelola dengan baik dan yang mengelola ahli manajemen stok, mungkin tidak perlu dikhawatirkan," imbuh Arifin.

Selain itu, pemerintah dapat membantu petani dengan memberikan mesin pengolahan padi saat panen. Seperti, membantu pengeringan gabah saat panen dengan dikelola secara profesional.

Hal itu diyakini dapat menstabilkan stok dan harga beras, sekaligus membantu mensejahterakan petani.

“Coba secara serius membantu pengeringan dan dikelola secara profesional dan bisnis. Sehingga, banyak penggilingan padi kecil dapat banyak terima manfaatnya, dan petani tidak dirugikan," pungkasnya. (bir)