Ia menuturkan, petani memiliki pola tanam mulai Februari sampai Agustus. "Nanti kalau impor beras itu masuk, menurut Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) masuk pada saat awal panen raya atau panen besar di Indonesia. Impor ini bisa membuat kerugian bagi petani," ujarnya, Senin (15/1).
Di sisi lain, menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bustanul Arifin, pemerintah perlu waspada agar jangan sampai karena kebijakan impor ini harga gabah di petani menjadi anjlok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dikelola dengan baik dan yang mengelola ahli manajemen stok, mungkin tidak perlu dikhawatirkan," imbuh Arifin.
“Coba secara serius membantu pengeringan dan dikelola secara profesional dan bisnis. Sehingga, banyak penggilingan padi kecil dapat banyak terima manfaatnya, dan petani tidak dirugikan," pungkasnya. (bir)