Berdasarkan data pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, yaitu Badan Usaha Milk Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Food Station Cipinang Jaya, rata-rata harga beras sebesar Rp11.200 per kilogram (kg) pada hari ini, Selasa (16/1). Sementara, pada Desember 2017 lalu, harga bergerak rata-rata sebesar Rp10.200 per kg.
Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi mengatakan, harga meningkat lantaran pasokan berkurang sekitar tujuh ton dari akhir Desember lalu hingga pertengahan Januari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara harian, jumlah pasokan yang masuk dan keluar dari dan ke Cipinang sekitar 3.000 ton. Lebih rinci ia menjelaskan, jumlah pasokan yang masuk ke Cipinang dari berbagai lumbung di Indonesia sebesar 3.400 ton per hari. Adapun, jumlah pasokan yang didistribusikan dari Cipinang sebesar 3.570 ton.
Sementara, beberapa harga rata-rata beras di Cipinang saat ini, yaitu Cianjur Kepala sebesar Rp14.700 per kg, Setra Rp13.500 per kg, Muncul di kisaran Rp11.400 hingga Rp12.800 per kg, dan IR-64 di kisaran Rp8.900 hingga Rp12.500 per kg.
Tak hanya di tingkat grosir, CNNIndonesia.com juga memantau harga beras di tingkat eceran, yaitu di Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Serupa, harga beras juga tercatat naik sekitar 10 persen di pasar ini.
Lihat juga:Statistik Ekspor-Impor Beras Indonesia |
Misalnya, beras jenis kualitas rendah meningkat sekitar 10-15 persen dari kisaran Rp8.500-Rp9.000 per liter menjadi Rp10 ribu per kg. Sedangkan, beras kualitas medium meningkat dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp11 ribu per kg.
"Kalau beras premium ini juga naik, tapi lebih rendah naiknya, dari Rp12.500 per kg menjadi Rp13 ribu per kg," kata Yayan.
Adapun dengan kenaikan harga ini, Yayan menambahkan, pola pembelian dari konsumen sedikit berubah. "Kalau biasanya langganan saya beli langsung 5 kg, sekarang hanya dua sampai tiga kg saja. Jadi, lebih sedikit," terangnya.
Menurutnya, dengan kondisi kenaikan harga beras dan pembelian konsumen yang lebih sedikit membuat dirinya harus lebih pintar mengatur jadwal pembelian beras di pasar induk. Sebab, bila tidak, tentu arus modal yang dikeluarkan jadi tersendat. (bir)