Rata-rata Harga Beras Grosir dan Eceran di Jakarta Naik 10%

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 18:23 WIB
Rata-rata Harga Beras Grosir dan Eceran di Jakarta Naik 10% Harga beras meningkat sekitar 10 persen di tingkat grosir dan eceran di DKI Jakarta pada pertengahan Januari ini dibanding Desember 2017. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga komoditas beras meningkat sekitar 10 persen di tingkat grosir dan eceran di DKI Jakarta pada pertengahan Januari ini dibandingkan Desember 2017 lalu.

Berdasarkan data pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, yaitu Badan Usaha Milk Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Food Station Cipinang Jaya, rata-rata harga beras sebesar Rp11.200 per kilogram (kg) pada hari ini, Selasa (16/1). Sementara, pada Desember 2017 lalu, harga bergerak rata-rata sebesar Rp10.200 per kg.

Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi mengatakan, harga meningkat lantaran pasokan berkurang sekitar tujuh ton dari akhir Desember lalu hingga pertengahan Januari ini. 


"Jumlah pasokan hari ini sebesar 30 juta ton. Kalau akhir Desember kemarin 37 juta ton. Memang, ini karena belum musim panen, sehingga pasokan dari sentra lebih sedikit," ujarnya, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (16/1).

Secara harian, jumlah pasokan yang masuk dan keluar dari dan ke Cipinang sekitar 3.000 ton. Lebih rinci ia menjelaskan, jumlah pasokan yang masuk ke Cipinang dari berbagai lumbung di Indonesia sebesar 3.400 ton per hari. Adapun, jumlah pasokan yang didistribusikan dari Cipinang sebesar 3.570 ton.

Berdasarkan wilayah, jumlah pasokan yang masuk ke Cipinang sekitar 33,01 persen berasal dari hasil serapan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Diikuti oleh sentra di Jawa Tengah 19,74 persen, Karawang 10,94 persen, dan Cirebon 7,78 persen, serta daerah lainnya.

Untuk wilayah distribusi beras dari Cipinang, sekitar 60,65 persen didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DKI Jakarta. Sedangkan sisanya, ke Tangerang 7,23 persen, Bogor 5,4 persen, Bekasi 4,43 persen, dan lainnya.

Sementara, beberapa harga rata-rata beras di Cipinang saat ini, yaitu Cianjur Kepala sebesar Rp14.700 per kg, Setra Rp13.500 per kg, Muncul di kisaran Rp11.400 hingga Rp12.800 per kg, dan IR-64 di kisaran Rp8.900 hingga Rp12.500 per kg. 

Tak hanya di tingkat grosir, CNNIndonesia.com juga memantau harga beras di tingkat eceran, yaitu di Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Serupa, harga beras juga tercatat naik sekitar 10 persen di pasar ini.

Yayan Supriyatna (45), salah seorang pedagang di Pasar Jaya Pasar Minggu bilang, kenaikan harga beras memang terjadi sejak awal tahun. Adapun, kenaikannya untuk semua jenis beras, meski rentang kenaikannya berbeda.

Misalnya, beras jenis kualitas rendah meningkat sekitar 10-15 persen dari kisaran Rp8.500-Rp9.000 per liter menjadi Rp10 ribu per kg. Sedangkan, beras kualitas medium meningkat dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp11 ribu per kg.

"Kalau beras premium ini juga naik, tapi lebih rendah naiknya, dari Rp12.500 per kg menjadi Rp13 ribu per kg," kata Yayan.

Ia menilai, kenaikan harga beras di tingkat eceran hanya mengikuti tren harga dari pasar induk. Sehingga secara otomatis, kenaikan harga di pasar induk langsung mengerek harga beras di tingkat eceran.

Adapun dengan kenaikan harga ini, Yayan menambahkan, pola pembelian dari konsumen sedikit berubah. "Kalau biasanya langganan saya beli langsung 5 kg, sekarang hanya dua sampai tiga kg saja. Jadi, lebih sedikit," terangnya.

Menurutnya, dengan kondisi kenaikan harga beras dan pembelian konsumen yang lebih sedikit membuat dirinya harus lebih pintar mengatur jadwal pembelian beras di pasar induk. Sebab, bila tidak, tentu arus modal yang dikeluarkan jadi tersendat. (bir)