"Sejak HET ditetapkan 1 September, beras medium langka di pasaran. Bahkan, sampai detik ini masih kosong. Saya sudah sampaikan dua bulan lalu, ada kekhawatiran kita harus impor," ujarnya, mengutip Antara, Kamis (18/1).
Seharusnya, pemerintah tidak perlu memberlakukan HET beras medium dan premium. Toh, kenyataannya, harga kedua jenis beras tersebut justru melebihi HET.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi yang sama juga terjadi pada beras premium di pasaran yang mencapai Rp13 ribu/kg, sedangkan HET yang ditetapkan Rp12.800/kg.
Selain itu, terkait impor beras 500 ribu yang dilakukan pemerintah, Zulkifli menilai, impor terjadi bukan karena indikasi permainan harga, melainkan karena memang stok beras yang langka di pasaran.
"Bagaimana orang mau bermain harga dengan posisi sekarang? Kalau ada stok, orang malah berpacu untuk mengeluarkan, karena ini impor mau masuk dan panen juga akan datang, harga harusnya turun," terang dia. (antara/bir)