Beras Langka Terjadi Sejak Pemerintah Patok Harga Eceran

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 17:49 WIB
Beras Langka Terjadi Sejak Pemerintah Patok Harga Eceran Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang menyebut kelangkaan beras medium terjadi sejak pemerintah mematok harga eceran pada September 2017. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid menyebut, kelangkaan beras medium di pasaran terjadi sejak pemerintah memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada September 2017 lalu. Hal tersebut sudah disampaikannya kepada Menteri Pertanian saat mengunjungi PIBC.

"Sejak HET ditetapkan 1 September, beras medium langka di pasaran. Bahkan, sampai detik ini masih kosong. Saya sudah sampaikan dua bulan lalu, ada kekhawatiran kita harus impor," ujarnya, mengutip Antara, Kamis (18/1).

Seharusnya, pemerintah tidak perlu memberlakukan HET beras medium dan premium. Toh, kenyataannya, harga kedua jenis beras tersebut justru melebihi HET.


Zulkifli mengaku, saat ini, harga beras medium di pasar berkisar Rp11 ribu per kg atau jauh melebihi HET beras medium yang sebesar Rp9.450/kg (wilayah Jawa, Lampung dan Sumatra Selatan).

Kondisi yang sama juga terjadi pada beras premium di pasaran yang mencapai Rp13 ribu/kg, sedangkan HET yang ditetapkan Rp12.800/kg.

"Saya sudah 40 tahun di Pasar Induk Cipinang, baru kali ini menemukan harga beras tertinggi, yaitu Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per kg hari ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, harga beras seharusnya hanya diatur pada level tertinggi semua jenis beras, yakni sekitar Rp12.000 sampai Rp13.000 per kg.

Selain itu, terkait impor beras 500 ribu yang dilakukan pemerintah, Zulkifli menilai, impor terjadi bukan karena indikasi permainan harga, melainkan karena memang stok beras yang langka di pasaran.

"Bagaimana orang mau bermain harga dengan posisi sekarang? Kalau ada stok, orang malah berpacu untuk mengeluarkan, karena ini impor mau masuk dan panen juga akan datang, harga harusnya turun," terang dia. (Antara/bir)