Pemerintah Berencana Terapkan Tiket Elektronik di Terminal

Agustiyanti, CNN Indonesia | Minggu, 21/01/2018 06:10 WIB
Pemerintah Berencana Terapkan Tiket Elektronik di Terminal Pemerintah akan menerapkan program tiket elektronik di terminal, seperti yang diterapkan di bandar udara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan menerapkan program tiket elektronik di terminal, seperti yang diterapkan di bandar udara sebagai upaya lebih memudahkan pelayanan pada calon penumpang.

"Kami pada 15 Februari akan 'kick off' di terminal untuk bisa menggunakan tiket elektronik. Masih di Jakarta untuk sementara waktu dan kami harapkan ke daerah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat meninjau Terminal Kediri, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (20/1).

Budi menjelaskan, program tersebut akan diujicobakan pada terminal di Jakarta dan diharapkan pula dapat memotong rantai calo. Selama ini, menurut dia, para calo banyak beroperasi di fasilitas umum, salah satunya di terminal.


Konsepnya menurut dia, tak jauh berbeda dengan toko swalayan. Nantinya, menurut dia, akan ada mesin khusus di terminal dan calon penumpang akan mendapat barcode khusus. Penumpang kemudian, tinggal menunggu di ruang pemberangkatan.

Budi mengaku,pihaknya saat ini juga giat memperbaiki fasilitas di terminal. Selain melakukan perombakan total pada sejumlah terminal tipe A di Indonesia, ia juga melakukan renovasi di beberapa terminal. Adapun ada 2018, pemerintah akan memperbaiki 40 terminal dengan anggaran masing-masing Rp2 miliar.

Menurut Budi, renovasi terminal akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, untuk terminal tipe A sudah diserahkan ke pusat, sehingga anggaran juga harus dibagi untuk seluruh terminal tipe A tersebut se-Indonesia.

Pihaknya menurut Budi, juga akan menerapkan TOD (Transit Oriented Development) untuk program perbaikan itu. Untuk itu, pemerintah juga akan membuat regulasi khusus, dengan harapan terminal akan semakin ramai setelah dibangun.

"Kami perbaiki semua. Kami juga cari mitra untuk bisa mengelola terminal bersama-sama. Jika swasta dan BUMN tertarik mengelola, akan dibangun pusat perbelanjaan, hotel," tambah dia. (Antara/agi)