Pemerintah Raup Rp8,63 Triliun dari Lelang Surat Utang

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 23/01/2018 20:38 WIB
Pemerintah Raup Rp8,63 Triliun dari Lelang Surat Utang Kementerian Keuangan melelang kembali lima seri surat utang yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dilaksanakan pada hari Selasa (23/1). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan melelang kembali lima seri surat utang yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dilaksanakan pada hari Selasa (23/1). Dari lelang tersebut, pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp8,63 triliun.

Mengutip situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Selasa (23/1), pemerintah melelang enam seri SBSN yang semuanya terdiri atas SBSN penerbitan kembali (reopening) yakni SPNS10072018, PBS016, PBS002, PBS017, PBS012, dan PBS004 melalui sistem lelang Bank Indonesia, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2002.

Dari kegiatan lelang tersebut, pemerintah berhasil mendapatkan penawaran sebesar Rp27,99 triliun, atau lebih besar dari jumlah yang dihimpun.



Penawaran tertinggi diperoleh dari surat utang dengan seri SPNS10072018 dengan jumlah penawaran Rp14,72 triliun meski jumlah nominal yang dimenangkan hanya Rp2 triliun. Diketahui, Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) seri ini memiliki tanggal jatuh tempo 10 Juli 2018 rata-rata imbal hasil (yield) yang dimenangkan di angka 4,38 persen.

Meski begitu, jumlah himpunan dana paling banyak didapatkan dari lelang SBSN dengan seri PBS016 dengan total nominal yang dimenangkan sebesar Rp2,97 triliun. Adapun, surat utang ini memiliki tenggat waktu hingga 15 Maret 2020 dengan rata-rata yield sebesar 5,6 persen dan tingkat imbalan di angka 6,25 persen.


Dalam tiga pekan terakhir, pemerintah telah melakukan tiga kali lelang yang masing-masing terdiri dari dua kali lelang SUN dan satu kali lelang SBSN. Dari tiga kegiatan tersebut, pemerintah berhasil mendapatkan total pembiayaan sebesar Rp64 triliun.

Pemerintah membutuhkan pembiayaan sebanyak Rp783,2 triliun yang terdiri dari Rp55,8 triliun pinjaman dan Rp727,4 triliun SBN di tahun ini. Namun, Angka SBN ini kemudian ditambah lagi dengan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) jatuh tempo sebesar Rp119 triliun, sehingga angka total SBN yang diterbitkan pemerintah tahun ini rencananya sebesar Rp846,4 triliun.

Lebih lanjut, pemerintah bakal melelang Project Based Sukuk (PBS) SBSN sebesar 15 persen hingga 20 persen dari penerbitan SBN bruto. Sehingga, pemerintah berharap bisa mendapatkan Rp126,96 triliun hingga Rp169,2 triliun dari penerbitan SBSN. (gir/bir)