Menko Luhut Sebut Keinginan Jokowi Privatisasi Empat Bandara

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 01/02/2018 17:23 WIB
Menko Luhut Sebut Keinginan Jokowi Privatisasi Empat Bandara Menurut Luhut, Presiden Jokowi mengutarakan keinginannya untuk menyerahkan pengelolaan bandara di Jakarta, Silangit, dan Labuan Bajo kepada swasta. (Ilustrasi/Dok Biro Pers Setpres/Kris).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, Presiden Joko Widodo menginginkan empat bandara di Indonesia dikelola oleh pihak swasta. Dengan catatan, hitung-hitungannya jelas antara kepemilikan pemerintah dengan swasta.

"Perintah Presiden, kemarin saya dipanggil pukul 11.00 WIB, lapangan terbang kasihkan saja, seperti Silangit, Jakarta, Bangka Belitung, Labuan Bajo. Kasih privatisasi, siapa yang mau masuk, asal hitungannya jelas," ujarnya, saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan 2019 di Jakarta, Kamis (2/1).

Luhut menerangkan, proses privatisasi seperti ini sudah pernah dilakukan pada proyek infrastruktur lain. Seperti ruas tol Jagorawi, yang saat ini sudah habis masa konsesinya, sehingga dikembalikan ke pemerintah.



Ia menegaskan, masyarakat jangan sampai salah persepsi bahwa pemerintah ingin menjual aset infrastruktur kepada swasta. Toh, proyek infrastruktur tak akan terkejar jika pendanaannya hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Broedjonegoro menilai, bandara akan menjadi ladang investasi yang menarik bagi investor asing. Hal itu tercermin dari kuatnya permintaan domestik dan pasar di Indonesia.

Menurut dia, jika pemerintah bisa memuluskan investor asing masuk dalam pengelolaan bandara, maka investasi asing akan membanjiri Indonesia.

"Saya harapkan, bapak-ibu di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tidak membatasi diri kepada Angkasa Pura I atau II. Jadi, jangan belum apa-apa, ah swasta tidak mengerti, swasta tidak bisa jaga keamanan, jangan seperti itu," imbuh Bambang.


Ia mengungkapkan, Indonesia harus mengeksplorasi sistem konsesi terbatas (Limited Consession Scheme) dalam pengelolaan infrastruktur. LCS adalah skema konsorsium swasta, baik dari nasional maupun asing, yang memiliki hak pengelolaan terhadap infrastruktur dalam jangka waktu tertentu.

Ia mencontohkan, LCS berhasil dilakukan di Turki dalam pengelolaan Bandara Ataturk di Istanbul. Bahkan, lanjutnya, skema ini akan dilakukan ke seluruh bandara lainnya yang ada di Turki.

"Attaturk International Airport akan diganti namanya menjadi Istanbul International Airport dan tak tanggung-tanggung akan langsung ditambah lima runway di sana," pungkasnya. (bir)