Japan Credit Rating Agency Kerek Peringkat Utang RI

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 08/02/2018 20:26 WIB
Japan Credit Rating Agency Kerek Peringkat Utang RI Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency (JCR) meningkatkan peringkat utang Indonesia dari BBB- dengan outlook positif menjadi BBB dengan outlook stabil. (REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR) meningkatkan peringkat utang (Sovereign Credit Rating/SCR) Indonesia dari BBB- dengan outlook positif menjadi BBB dengan outlook stabil.

Dalam keterangan resminya, JCR menyebut upaya pemerintah dalam melakukan reformasi struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebagai faktor kunci kenaikan peringkat tersebut. Reformasi struktural tersebut, dinilai berdampak positif pada iklim investasi, pembangunan infrastruktur, dan melambatnya pertumbuhan utang luar negeri korporasi.

Lebih lanjut, JCR juga mengakui bahwa ke-15 Paket Kebijakan Ekonomi dan penurunan suku bunga kebijakan oleh Bank Indonesia juga telah mendorong peningkatan investasi swasta khususnya di sektor nonkomoditas. Selain itu, penurunan defisit transaksi berjalan yang diproyeksikan tetap berada di bawah level yang terkendali, serta cadangan devisa yang tinggi dinilai telah memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal.


JCR juga mencatat sektor perbankan Indonesia tetap sehat dan pembiayaan melalui pasar keuangan tumbuh kuat tercermin dari penerbitan saham, obligasi, dan Medium Term Notes (MTN) yang meningkat. Di sisi fiskal, JCR mengakui, pengalihan belanja subsidi kepada belanja infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan telah berhasil mengurangi defisit fiskal dan meningkatkan efisiensi belanja.


Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menyatakan, peningkatan peringkat utang tersebut mencerminkan keyakinan lembaga internasional terhadap kekuatan ekonomi dan komitmen pemerintah memperbaiki ekonomi Indonesia ke depan.


"Ke depan, Bank Indonesia akan lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan di dalam bauran kebijakan yang ditempuh. Bank Indonesia juga akan terus memberikan komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung upaya reformasi struktural Pemerintah bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan dan inklusif," ujar Agus dalam keterangan resmi, Kamis (8/2) (agi/agi)