Jelang Imlek, Garuda Indonesia Sebut Harga Tiket Moderat

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 06:49 WIB
Jelang Imlek, Garuda Indonesia Sebut Harga Tiket Moderat PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengklaim harga tiket pesawat menuju tiga destinasi favorit pada libur panjang Imlek hingga saat ini masih dalam level moderate. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengklaim harga tiket pesawat menuju tiga destinasi favorit pada libur panjang Imlek hingga saat ini masih dalam level moderate atau level menengah. Pasalnya, tingkat okupansi pesawat masih di kisaran 85 persen.

Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan, harga tiket pesawat biasanya ditentukan berdasarkan subclass atau rentang waktu pembelian. Umumnya, semakin dekat waktu keberangkatan harga beli akan jauh lebih tinggi.

"Jadi harga untuk kelas ekonomi saja kan bisa beda-beda, ada harga promo, harga premium. Kalau harga naik pun bukan karena perusahaan menaikan tapi karena harga yang moderate sudah habis," terang Ikhsan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/2).



Ikhsan mengatakan, tiga tujuan favorit saat libur Imlek tahun ini, diantaranya Medan, Pangkal Pinang, dan Pontianak. Untuk itu, perusahaan memperkirakan ada kenaikan rata-rata traffic penerbangan sekitar 12 persen menuju tiga kota itu.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, harga tiket pesawat ke Medan dari Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (16/2) paling murah sebesar Rp1,01 juta dan paling mahal sebesar Rp2,12 juta.

Kemudian, harga tiket pesawat mengarah ke Pangkal Pinang sebesar Rp1,24 juta dan Rp1,33 juta. Lalu, penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Pontianak dimulai dari Rp1,48 juta hingga Rp1,71 juta.

"Tapi itu harga terkini yaa. Bagi penumpang yang sudah beli sebelumnya bisa jadi merwka dapat harganya lebih rendah," tutur Ikhsan.

Demi memenuhi kebutuhan penumpang, Garuda Indonesia menambah dua penerbangan tambahan dari Jakarta-Pontianak-Jakarta pada keberangkatan 12 Februari dan 13 Februari kemarin.

Secara terpisah, Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati menyatakan, total kenaikan traffic penumpang sepanjang pekan ini tercatat naik 29,3 persen jika dibandingkan dengan pekan lalu.


"Peningkatan traffic penumpang sudah mulai terjadi pada tanggal 12 Februari 2018 lalu, dengan puncak traffic diperkirakan terjadi ditanggal 15-16 Februari 2018. Sedangkan untuk arus balik diperkirakan akan terjadi pada 18-19 Februari," papar Nina dalam keterangan resmi.

Ia melanjutkan, kenaikan penumpang tidak hanya untuk penerbangan domestik, melainkan juga internasional. Beberapa rute internasional yang banyak diincar, seperti Beijing, Shanghai, Hongkong, dan Melbourne.

"Garuda Indonesia mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan sedini mungkin," tutup Nina. (gir/gir)