Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan proyek-proyek yang akan dievaluasi antara lain, proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT), pekerjaan jembatan, dan tol layang.
Nantinya, AKI selaku konsultan independen akan memimpin proses evaluasi proyek infrastruktur tersebut.
Basuki menuturkan proyek-proyek tersebut akan dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari desain, standar operasional prosedur (Standard Operational Procedure/SOP), metodologi kerja, sumber daya manusia (SDM), peralatan proyeknya, termasuk pengawas proyeknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki menambahkan evaluasi proyek tersebut akan dilakukan berdasarkan prioritas, proyek mana yang harus dievaluasi terlebih dahulu. Hanya saja, kata Basuki, pihaknya belum menyebutkan berapa lama proses evaluasi proyek-proyek tersebut.
"Untuk disampaikan atau diputuskan apakah proyek tersebut go or no go (dilanjutkan atau tidak) jadi nanti go or no go-nya tergantung hasil evaluasinya," terang Basuki.
Lebih lanjut, hasil evaluasi tersebut akan diberikan kepada pemilik proyek (project owner) tersebut. Misalnya, kata Basuki, hasil evaluasi proyek jalur Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan diberikan kepada Kementerian Perhubungan sebagai project owner.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta seluruh pekerjaan berat proyek jalan layang (elevated) di seluruh Indonesia dihentikan sementara pasca ambruknya bagian pencetakan beton pada tiang pancang Tol Becakayu.
"Saya hentikan seluruh pekerjaan berat dan elevated di seluruh Indonesia," kata Menteri Basuki di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta seperti diberitakan CNNIndonesia TV, Selasa (20/2). (lav/bir)