Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menyebut, pelaku pasar tengah dihadapkan pada keadaan jenuh beli. Dengan kata lain, aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi sejak awal pekan bakal berlanjut.
"Aksi jual mendadak dari 'kaum beruang' [bearish] yang dapat membuat IHSG terkoreksi setidaknya ke 6.600-6.550," papar Yuganur dalam risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar masih memanfaatkan momentum kenaikan IHSG pekan lalu dengan mengambil keuntungan.
"Meningkatnya volume jual menghalangi potensi kenaikan," terang Reza dalam risetnya.
Lihat juga:Mayoritas Bursa Saham Asia Ditutup Melorot |
"Diperkirakan IHSG berada di kisaran support 6.643-6.656 dan resistance 6.686-6.694," ucap Reza.
Adapun, IHSG pada perdagangan kemarin terkoreksi 0,39 persen ke level 6.662. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah juga terkoreksi 0,41 persen menjadi Rp13.615 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kondisi serupa juga terjadi di bursa saham Wall Street. Tiga indeks utamanya tercatat melemah tadi malam, yakni Dow Jones turun 1,01 persen, S&500 turun 0,58 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,07 persen. (gir)