Nielsen Konfirmasi Pergesaran Pola Belanja Barang Konsumsi

Agustiyanti, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 20:05 WIB
Nielsen Konfirmasi Pergesaran Pola Belanja Barang Konsumsi Lembaga survei Nielsen Indonesia mengkonfirmasi adanya pola pergeseran belanja dari ritel konvensional ke toko elektronik (e-commerce). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Survei Nielsen Indonesia mengkonfirmasi mulai adanya pergeseran pola belanja masyarakat untuk barang konsumsi kemasan (Fast Moving Consumer Good/FMCG) dari ritel konvensional ke toko elektronik (e-commerce).

Managing Directore Nielsen Indonesia Agus Nurudin menuturkan, penjualan FMCG pada sepanjang tahun lalu tercatat tumbuh 50 persen. Kendati demikian, porsi penjualan e-commerce dari total penjualan ke seluruhan FMCG baru mencapai 1,6 persen.

"Kalau bicara ritel konvesional, pertumbuhannya tidak begitu bagus, tetapi e-commerce untuk FMCG ini naiknya dua kali lipat," ujar Agus Nurudin kepada CNNIndonesia.com, dikutip Rabu (21/2).



Agus menjelaskan, ke depan, penjualan FMCG melalui e-commerce akan tumbuh dengan cepat. Namun, ia belum bisa meramal kapan tepatnya penjualan lewat e-commerce bisa menyalip ritel konvensional untuk sektor tersebut.

"Kemungkinan untuk bisa menyalip ritel konvensional kemunkinan masih lama melihat porsinya yang baru mencapai 1,6 persen," terang dia.

Menurut Agus, di tahun lalu, pertumbuhan konsumsi memang mengalami pelemahan yang tercermin dari data BPS. Konsumsi masyarakat, menurut dia, tertekan terutama pada kelompok kelas menengah bawah.


"Untuk menengah atas, pendapatannya masih bagus, jadi tidak ada penurunan daya beli, tapi mungkin pergeseran belanja, Tapi memang untuk menengah ke bawah kami lihat agak sedikit tertekan dari sisi konsumsi," jelas dia.

Saat ini menurut Agus, penjualan melalui e-commerce masih didominasil oleh produk elektronik dan travel.  Pembelian barang atau jasa melalui e-commerce, menurut Agus, saat ini didominasi kaum muda.

BPS mencatat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada sepanjang tahun lalu tercatat sebesar 4,95 persen. Pertumbuhan konsumsi tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya 5,01 persen. (bir)