Rini Bakal Ungkap Hasil Evaluasi Direksi BUMN Karya saat RUPS

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 26/02/2018 13:05 WIB
Rini Bakal Ungkap Hasil Evaluasi Direksi BUMN Karya saat RUPS Menteri BUMN Rini Soemarno akan mengungkap hasil evaluasi direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BUMN-BUMN karya yang akan digelar pada Mei mendatang. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno baru akan mengungkap hasil evaluasi direksi perusahaan karya pelat merah pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masing-masing perusahaan. RUPS BUMN-BUMN karya kemungkinan baru akan digelar pada Mei mendatang.

"Kan belum RUPS. Sabar, ini kan perusahaan publik," ucap Rini di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (26/2).

Evaluasi terhadap direksi BUMN karya dilakukan Rini lantaran beberapa waktu terakhir, banyak terjadi kecelakaan kerja di proyek-proyek konstruksi yang tengah dikerjakan oleh BUMN-BUMN karya. Pihaknya juga, melakukan evaluasi secara menyeluruh pada pelaksanana pembangunan proyek konstruksi BUMN.


Keterlibatan konsultan, menurut Rini, dilakukan, demi memastikan aseluruh proyek konstruksi dilaksanakan sesuai standar keamanan terbaik sekaligus menjaga agar setiap tahapan pengerjaan proyek dilaksanakan dengan baik, prudent, dan aman.


"Konsultan ini diharapkan dapat segera memberikan masukan berbentuk corrective action atas proyek-proyek tersebut untuk memastikan telah dipatuhinya regulasi dari Kementerian Teknis terkait, yaitu Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan," katanya.

Bersamaan dengan adanya evaluasi terhadap direksi dan pengerjaan kontruksi sejumlah proyek, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara pengerjaan semua proyek layang (elevated) dalam jangka waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

Secara terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, penghentian proyek sementara diambil untuk menjamin keamanan dan keselamatan pekerja dan pengguna layanan konstruksi. Penghentian sementara hanya dilakukan terhadap pekerjaan konstruksi layang yang termasuk dalam delapan kriteria yang telah ditetapkan Komite Keamanan Konstruksi (KKK).


Delapan kriteria proyek konstruksi layang adalah menggunakan balok/gelagar-I beton langsing, menggunakan sistem hanging scaffolding, menggunakan sistem balance cantilever precast/in situ. Kemudian menggunakan sistem launcher beam/frame, memiliki tonase besar, mempunyai rasio kapasitas angkat terhadap beban kurang dari 5, mempunyai faktor keamanan sistem bekisting kurang dari 4, dan menggunakan sistem kabel.

Berdasarkan kriteria tersebut, menurut Basuki, terdapat 36 pengerjaan konstruksi layang yang dihentikan sementara dan dievaluasi, terdiri dari 32 proyek jalan tol, tiga proyek konstruksi kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) dan satu proyek rel kereta api dwi ganda atau double-double track.

Adapun dalam melakukan evaluasi, KKK menggunakan delapan kriteria penilaian yang masing-masing terdiri dari sejumlah indikator. Kedelapan kriteria penilaian adalah desain dapat dibangun dengan selamat, memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat, menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan. Kemudian, menggunakan material yang memenuhi standar mutu sesuai SNI, menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan, melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP), dan keberadaan konsultan pengawas. (agi/agi)